Pernah Berguru ke Indonesia, Kini Petronas Kalahkan Pertamina

    Suci Sedya Utami - 10 Desember 2019 20:14 WIB
    Pernah Berguru ke Indonesia, Kini Petronas Kalahkan Pertamina
    Petronas. Foto ; AFP.
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) kalah jauh dibanding Petroaliam Nasional Berhad (Petronas) baik dari sisi hulu maupun hilir. Padahal perusahaan minyak dan gas (migas) asal Malaysia itu pernah berguru dengan Indonesia.

    Direktur Utama Lembaga Management Fakultas Ekonomi Bisnis (LM-FEB) Universitas Indonesia Toto Pranoto mengatakan dari sisi aset di 2018, Petronas mencapai USD153,97 juta sementara Pertamina sebesar USD64,71 juta. Kemudian dari sisi pendapatan di 2018 Petronas mencapai USD60,73 juta sedangkan Pertamina USD57,93 juta.

    "Kalau dilihat profit margin Petronas dua kali lipat dibanding Pertamina. Padahal dulu katanya Petronas berguru  dengan Indonesia, tapi justru angkanya terbalik," kata Toto dalam seminar bertajuk BUMN going global-strategy and action plan, di Novotel Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Desember 2019.

    Toto menjelaskan Petronas lebih unggul dibanding Pertamina sebab rantai nilai (value chain) dari hulu ke hilir Petronas lebih lengkap dan lebih besar dibanding Pertamina. Di hulu Petronas banyak melakukan kegiatan eksplorasi di luar negeri seperti di Timur Tengah serta Meksiko. Namun kegiatan hulu tersebut diintegrasikan bersama kegiatan hilir dengan membangun pabrik petrokimia.

    "Nilai tambah mereka meningkat saat masuk metrokimia dan masuk hilir dengan menguasai aset BP (British Petroleum) saat keluar dari Afrika Selatan saat pergantian rezim. Jadi sekarang Petronas menuasai ritel bensin di Afrika Selatan,"  kata Toto.

    Sedangkan Pertamina wilayah operasionalnya lebih fokus ke domestik. Blok-blok luar negeri yang dikuasai Pertamina masih amat terbatas seperti di Aljazair serta Libia.

    Oleh karenanya, perlu perombakan radikal di Pertamina terutama dari sisi kemampuan investasi yang harus ditingkatkan tidak hanya unataauka kegiatan hulu namun juga di hilir agar menghasilkan nilai yang lebih tinggi.

    Di sisi lain aturan yang berlaku di tanah air juga membuat Pertamina kalah jauh dari Petronas. Dia bilang hadirnya UU Migas membuat fungsi sebagai regulator dan eksekutor yang dimiliki Pertamina dahulu berubah. Kini Pertamina hanya bertindak sebagai eksekutor atau pemain, sementara regulator diambil alih olh Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

    "Kalau struktur Petronas dia lakukan dua-duanya sebagai regulator dan player utama di Malaysia. Keuntungan Petronas seperti keuntungan Pertamina sebelum dipecah fungsi," jelas dia.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id