Saratoga Perluas Portofolio Investasi di Industri Digital

    Ade Hapsari Lestarini - 15 September 2021 21:56 WIB
    Saratoga Perluas Portofolio Investasi di Industri Digital
    Foto: Grafis Medcom.id



    Jakarta: Gelombang investasi ke sektor industri digital Indonesia terus menguat. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) menjadi salah satu investor yang tergabung dalam pendanaan lanjutan di SIRCLO, startup solusi e-commerce di Indonesia.

    SIRCLO menyampaikan perusahaan telah mendapatkan pendanaan senilai USD36 juta (sekitar Rp515 miliar) dari investor yang dipimpin East Ventures (growth fund) dan Saratoga, dengan partisipasi sejumlah investor lokal.

     



    Direktur Investasi Saratoga Investama Sedaya Devin Wirawan mengakui perseroan terlibat dalam pendanaan SIRCLO. "Keputusan investasi langsung ke SIRCLO telah dilakukan secara matang dengan memperhitungan potensi dan value dari perusahaan investasi ini ke depan. Ide besar yang bisa diwujudkan SIRCLO dengan membentuk perusahaan solusi e-commerce membuktikan bahwa peluang bisnis di era digital ini menjadi sangat luas dan Saratoga akan terlibat lebih aktif didalamnya," jelas Devin, Rabu, 15 September 2021.

    Dengan pengalaman investasi lebih dari dua dekade, Saratoga optimis keterlibatan langsung di dalam pengembangan, SIRCLO akan mendukung startup teknologi ini untuk dapat mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis yang ada. Harapannya, SIRCLO dapat menjadi perusahaan yang semakin bernilai, baik secara bisnis maupun kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia. Strategi ini dinilai akan lebih menjamin keberlangsungan bisnis SIRCLO dalam jangka panjang.

    "Sebagai wujud investasi aktif kami, Saratoga akan ikut membantu proses pengembangan bisnis perusahaan portofolio ini ke depan. Dengan strategi yang terukur, disiplin dan konsisten, kami optimistis SIRCLO akan mencapai target bisnisnya dengan lebih baik," kata Devin.

    Sebelumnya Saratoga juga telah berinvestasi di PT Julo Teknologi Finansial (Julo), fintech peer-to-peer (P2P) lending. Perusahaan yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini  mengimplementasikan teknologi big data dan machine learning dalam proses pemberian kredit.

    "Investasi di industri digital ini merupakan bagian dari komitmen Saratoga untuk terlibat aktif dalam mendukung penguatan ekonomi Indonesia, termasuk melalui optimalisasi penggunaan teknologi digital dalam memperkuat sektor UMKM. Jutaan UMKM yang ada di Indonesia merupakan kekuatan ekonomi yang harus terus dikembangkan untuk mendorong pemerataan ekonomi di berbagai wilayah di Indonesia," ujar Devin.

    Dalam pernyataannya, Founder dan Chief Executive Officer SIRCLO Brian Marshal mengatakan, suntikan dana dari para investor, termasuk Saratoga, akan dioptimalkan untuk mengembangkan infrastruktur teknologi dan memperluas layanan bagi pelaku bisnis, baik dari kategori entrepreneur maupun enterprise.

    Kolaborasi yang dijalankan ini diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan SIRCLO ke depan, sehingga kontribusi yang diberikan untuk dalam mendukung perekonomian Indonesia akan semakin besar.

    "Kami berterima kasih atas dukungan Saratoga yang telah berpartisipasi pada pendanaan ini. Dengan kompetensi dan pengalaman manajemen yang sudah terbukti di bidangnya, kami yakin Saratoga akan menjadi rekan strategis dalam perkuatan fundamental bisnis SIRCLO dan bersama-sama mendorong startup ini masuk ke tahap selanjutnya. Di sisi lain, kami optimistis langkah yang diambil akan membawa dampak positif yang berkelanjutan terhadap klien dan pengguna solusi kami," kata Brian.

    Industri e-commerce di Indonesia telah meningkat dengan pesat sejak pandemi covid-19. Hampir setengah dari populasi Indonesia menggunakan teknologi digital untuk kebutuhan sehari-hari, menjadikan industri ini memiliki potensi tinggi untuk terus bertumbuh.

    Bank Indonesia (BI) memproyeksi nilai transaksi e-commerce mencapai Rp395 triliun pada 2021. Sementara konsultan manajemen McKinsey & Company memproyeksikan pasar e-commerce Indonesia pada 2022 akan tumbuh menjadi USD55 miliar hingga USD65 miliar atau setara Rp808 triliun hingga Rp955 triliun.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id