Sri Mulyani Siapkan Rp26 Triliun untuk Perluas Jangkauan Internet di Seluruh Indonesia

    Eko Nordiansyah - 05 April 2021 11:40 WIB
    Sri Mulyani Siapkan Rp26 Triliun untuk Perluas Jangkauan Internet di Seluruh Indonesia
    Menkeu Sri Mulyani. Foto : Medcom/Eko.



    Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyediakan anggaran sebesar Rp26 triliun untuk memperluas jangkauan jaringan internet ke seluruh daerah di Indonesia. Perluasan jaringan internet ini untuk memanfaatkan transformasi digital yang sedang dilakukan.

    Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, pemerintah menyediakan belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp17 triliun untuk meningkatkan koneksi internet. Selain itu, pemerintah memberikan transfer ke daerah untuk program tersebut sebesar Rp9 triliun.






    "Itu merupakan satu bagian dari rencana lima tahun dalam rangka menjangkau seluruh daerah di Indonesia supaya bisa terkoneksi internet," kata dia dalam Pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan launching Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) secara virtual di Jakarta, Senin, 5 April 2021.

    Hingga 2024, Sri Mulyani memperkirakan belanja perluasan akses internet ini membutuhkan Rp16 triliun hingga Rp17 triliun. Alokasi anggaran ini bertujuan untuk meningkatkan koneksi internet di 9.113 desa di daerah 3T yaitu tertinggal, terdepan dan terluar

    Ia menambahkan, pemerintah menargetkan 93.900 sekolah dan pesantren bisa masuk jaringan internet, 3.700 puskesmas yang belum terkoneksi internet bisa terkoneksi, serta 6.000 polsek dan koramil, dan 47.900 desa dan kecamatan agar terlayani internet.

    "Itu inti dari transformasi berkeadilan, yaitu transformasi digital apabila belanja di bidang infrastruktur untuk konektivitas digital bisa dibangun. Itu butuh anggaran belanja sangat besar, baik belanja melalui K/L hingga transfer ke daerah," ungkapnya.

    Tak hanya belanja infrastruktur, ia menyebut pemerintah juga mendorong kesiapan sumber daya manusia (SDM) di bidang digital. Peningkatan kualitas SDM dilakukan melalui pendidikan vokasi agar mereka bisa memanfaatkan transformasi digital.

    "Karena ini era digital, kalau manusianya enggak siap, maka kita didikte oleh sekelompok kecil atau daerah lain di luar Indonesia. Jadi, persiapan untuk SDM melalui pendidikan dan vokasi menjadi penting," kata dia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id