Riset: Aplikasi Pesan-antar Makanan Ini Paling Banyak Digunakan di Indonesia

    Ade Hapsari Lestarini - 23 November 2021 12:53 WIB
    Riset: Aplikasi Pesan-antar Makanan Ini Paling Banyak Digunakan di Indonesia
    Ilustrasi. Foto: AFP.



    Jakarta: Menurut hasil riset online yang dilakukan oleh perusahaan riset digital Snapcart Indonesia, GrabFood memimpin pasar industri pesan-antar makanan (e-delivery) pada konsumen dan merchant di Indonesia.

    Mengutip hasil laporan Snapcart Indonesia, Selasa, 23 November 2021, riset mengenai industri pesan-antar makanan ini merupakan yang pertama diadakan di Indonesia dan menyasar konsumen dan merchant pada pasar pertama dan kedua.

     



    Pasar pertama yakni megapolitan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Pasar kedua yakni kota besar Bandung, Surabaya, Medan, Lampung, Purwokerto, Banjarmasin, Samarinda, dan Makassar.

    Paling banyak digunakan merchant

    GrabFood adalah aplikasi pesan-antar makanan yang paling banyak digunakan merchant, dengan pendapatan harian rata-rata tertinggi. Hasil riset menunjukkan 82 persen restoran dan toko makanan-minuman menggunakan aplikasi GrabFood untuk layanan mereka, diikuti GoFood (71 persen) dan ShopeeFood (28 persen).

    Adapun 42 persen merchant dalam riset ini mengatakan mereka telah memanfaatkan aplikasi pesan-antar makanan setidaknya dalam 12 bulan terakhir. Survei juga menemukan rata-rata penjualan harian merchant dari penggunaan GrabFood sebesar Rp750 ribu. Lebih tinggi 13 persen dibanding menggunakan GoFood sebesar Rp670 ribu.

    Merchant di Jabodetabek melaporkan penjualan dengan aplikasi GrabFood lebih tinggi 10 persen dibanding GoFood. Sedang di kota yang lebih kecil seperti Purwokerto, penjualan merchant dengan menggunakan aplikasi GrabFood lebih tinggi 16 persen dibanding menggunakan GoFood.

    Direktur Snapcart Indonesia Astrid Wiliandry mengatakan, riset industri pesan-antar makanan biasanya fokus pada konsumen. Dalam riset ini, pihaknya melakukan pendekatan yang lebih mendalam dan holistik, mencakup konsumen dan merchant, untuk mengetahui aspek kompetitif dari masing-masing pelaku industri.

    "Itulah mengapa kami memasukkan juga survei merchant dalam riset ini. Dan apa yang kami temukan dalam riset ini, antara konsumen dan merchant seperti dua sisi koin yang sama, keduanya mempunyai kecenderungan yang serupa," jelasnya.

    Dia mencontohkan, hasil survei menemukan konsumen menggunakan GrabFood lebih sering dan membelanjakan uang lebih banyak saat menggunakan GrabFood, seperti juga merchant menggunakan dan mendapatkan penjualan lebih banyak saat menggunakan GrabFood.

    GoFood dan GrabFood sama-sama disukai

    Di antara konsumen pengguna aplikasi pesan-antar makanan, hanya 36 persen yang mengatakan baru menggunakan aplikasi pesan-antar makanan dalam 12 bulan terakhir. Sedangkan 54 persen konsumen mengaku penggunaan aplikasi pesan-antar makanan meningkat selama pandemi.

    Tingkat popularitas (brand awareness) GrabFood dan GoFood sama. Sedangkan popularitas ShopeeFood dibelakang keduanya, karena ShopeFood merupakan pendatang baru di pasar. Sebanyak 100 persen konsumen tahu dan mengenal GoFood dan GrabFood, sedang 52 persen tahu ShopeeFood.

    Data yang sama menunjukkan 92 persen dan 90 persen konsumen telah berpengalaman menggunakan aplikasi GrabFood dan GoFood. Sedang 35 persen telah pernah menggunakan ShopeeFood. Data preferensi menunjukkan 54 persen responden memilih GrabFood sebagai aplikasi pesan-antar makanan yang mereka rekomendasikan, diikuti GoFood (34 persen) dan ShopeeFood (12 persen).

    Riset juga menemukan rata-rata konsumen menggunakan GrabFood enam kali dalam sebulan, sedang GoFood lima kali dalam sebulan. Rata-rata volume pemesanan melalui GrabFood juga lebih tinggi 11 persen daripada GoFood.

    "Kami menemukan faktor non-promo ketika konsumen memilih aplikasi yang hendak digunakan, seperti variasi dan jumlah restoran dan makanan yang tersedia dalam aplikasi, kemudahan menggunakan aplikasi, dan kecepatan mendapatkan driver," tambah Astrid.

    Survei online ini dilakukan pada Oktober 2021 pada pengguna aplikasi Snapcart yang tinggal di 10 kota yakni megapolitan Jakarta (Jabodetabek), Bandung, Surabaya, Medan, Jambi, Lampung, Purwokerto, Banjarmasin, Samarinda, dan Makassar, yang melibatkan 500 pemilik restoran dan toko makanan-minuman pengguna aplikasi pesan-antar makanan, dan 570 konsumen pengguna aplikasi pesan-antar makanan.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id