comscore

Platform Farmasi Permudah Masyarakat Mendapatkan Obat

Husen Miftahudin - 18 Januari 2022 00:24 WIB
Platform Farmasi Permudah Masyarakat Mendapatkan Obat
Ilustrasi digitalisasi. Dok. Medcom
Jakarta: Platform marketplace produk farmasi GoApotik memiliki 4.132 apotek mitra yang tergabung dalam Farmaplus Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Jumlah ini semakin mempermudah masyarakat mendapatkan obat-obatan dengan cepat dan efektif.

"Kerja sama strategis antara platform GoApotik dan platform Farmaplus Kementerian Kesehatan ini adalah wujud dukungan dari apotek mitra GoApotik kepada pemerintah dalam situasi pandemi ini," ucap Head of GoApotik Neneng Mutmainah dalam keterangan tertulis, Senin, 17 Januari 2022.

 



Platform farmasi ini sudah mendapatkan sertifikasi ISO 27001 terkait Sistem Manajemen Keamanan Informasi dari British Standard Institution. Sertifikasi ini menyusul pemberian sertifikasi Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) yang diberikan Kemenkes.

"GoApotik berperan untuk menghadirkan apotek yang legal, berlisensi, dan terverifikasi, mendorong peran apoteker untuk melakukan pelayanan kefarmasian secara online (telefarmasi), sehingga pelayanan kefarmasian apotek di era digital tetap dapat berjalan dengan baik. Sertifikasi ISO 27001 juga menunjukkan komitmen GoApotik dalam menjaga keamanan data pelanggan," tutur Neneng.

ISO 27001 merupakan standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi atau Information Security Management Systems (ISMS). ISMS adalah seperangkat unsur yang saling terkait dengan organisasi atau perusahaan yang digunakan untuk mengelola dan mengendalikan risiko keamanan informasi, serta untuk melindungi dan menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) informasi.

Dengan sertifikasi ISO 27001 ini, menurut Neneng, pengguna aplikasi semakin percaya dalam melakukan pembelian produk farmasi karena keamanan dan kerahasiaan data terjaga dengan baik.

"GoApotik mendukung upaya pemerintah memperluas dan mempermudah akses ketersediaan obat bagi masyarakat. Untuk bisa survive, pada era digital seluruh pelaku usaha apotek dituntut
memberikan pelayanan online. Layanan digital ini salah satunya bisa melalui penyedia sarana elektronik farmasi," ujar dia.

Baca: Indonesia Perlu Tiru Malaysia Kembangkan Ekonomi Digital

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan adanya PSEF sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 untuk sektor kesehatan yang berfokus pada akses kesehatan semesta. Penggunaan telefarmasi memungkinkan pasien mendapatkan akses obat-obatan baik untuk swamedikasi maupun obat resep dokter.

“PSEF akan menghubungkan apotek dengan pasien secara daring, di mana pasien diberi kebebasan memilih apotek. Telefarmasi bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat, memudahkan, percepatan, dan efisiensi pelayanan," ujar Dante.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id