comscore

Investor Kripto Ngaku Kehilangan Aset Rp1,7 M, Pas Ditelusuri Ternyata Hanya Segini

Rendy Renuki H - 29 Oktober 2021 14:29 WIB
Investor Kripto <i>Ngaku</i> Kehilangan Aset Rp1,7 M, Pas Ditelusuri Ternyata Hanya Segini
Ilustrasi (pexels)
Jakarta: Baru-baru ini ramai diperbincangkan tentang seorang investor yang mengaku kehilangan aset kripto senilai Rp1,7 miliar di pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, Tokocrypto. 

Dilansir dari Blockchain Media Indonesia di mana sumber informasi ini didapatkan, investor bernama Gesit Suryadi mengaku memiliki aset kripto jenis DOTDOWN sebanyak 12.823,78788 unit dan kini berkurang hanya tinggal 0,12823 unit. 
Suryadi menjelaskan jumlah 12.823,78788 unit DOTDOWN miliknya tertulis bernilai Rp1,7 miliar di aplikasi pada 22 Oktober 2021. Ia meminta Tokocrypto mengembalikan aset kriptonya yang hilang.

Ternyata pengurangan aset tersebut merupakan redenominasi DOTDOWN, di mana 100,000 DOTDOWN menjadi 1 DOTDOWN. Redenominasi itu terjadi pada 22 Oktober 2021 pukul 10.00 WIB.

"Ini adalah kebijakan dari developer aset tersebut, namun hal ini tidak akan merubah nilai rupiah yang dimiliki. Info ini juga sudah diumumkan melalui situs resmi website Tokocrypto dan seluruh sosial media Tokocrypto”, ungkap Rina Kurniawan selaku PR Tokocrypto, Jumat 29 Oktober 2021. 

Terkait kepemilikan aset kripto Gesit Suryadi senilai Rp1,7 miliar yang hilang dan berubah menjadi Rp18 Ribu Rupiah, Rina mengatakan bahwa saat redenominasi berlangsung, Tokocrypto juga sudah mengumumkan akan terjadi perubahan saldo yang tertera dan membutuhkan waktu untuk kembali ke nilai yang sebenarnya.

"Jadi itu bukan aset yang hilang, melainkan terjadi bug view yang sudah kami umumkan, sehingga transaksi DOTDOWN tidak bisa dilakukan saat itu," ungkapnya. 

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai aset menjadi lebih kecil tanpa merubah nilai tukarnya. Hal ini menyebabkan aset milik Suryadi senilai 12,823 berubah menjadi 0,1283 namun nilai tukarnya akan tetap sama.

Sementara, Fatchurrachman Febrianto yang seorang trader aktif kripto turut memberikan komentar terkait isu ini. Menurutnya, redenominasi adalah hal yang biasa terjadi tidak hanya di aset kripto, melainkan dalam dunia saham.

"Ini hal yang wajar sebuah developer melakukan redenominasi untuk menyederhanakan nominal asetnya. Di saham juga ada istilahnya stock split," kata Fatchur.  

"Sebelum redenominasi terjadi, 1 DOTDOWN itu kita pantau ada di harga Rp1,4 perak. Katakanlah DOTDOWN yang dimiliki 12,823. Kalau dihitung nilainya pun akan menjadi kurang lebih Rp17 ribu rupiah. Setelah redenominasi maka nilai rupiahnya pun tetap sama, hanya aset kriptonya saja yang berbeda" lanjutnya. 

Menurut Fatchur, sebagai seorang trader seharusnya turut aktif dalam mengikuti perkembangan pemberitaan tentang aset kripto agar tidak terkejut ketika hal seperti ini terjadi.

"Wajar saat melihat angka fantastis siapa yang enggak ngarep dapat rejeki nomplok. Tapi ya kita sebagai trader juga perlunya kepala dingin dan harus pandai. Kalau investasi sekian ribu rupiah terus dapet untung hingga miliaran apalagi dalam waktu singkat ya rasanya enggak masuk akal," tutup Fatchur.


(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id