Subsidi Ongkir Disambut Baik Pelaku E-Commerce

    Al Abrar - 10 April 2021 14:13 WIB
    Subsidi Ongkir Disambut Baik Pelaku E-Commerce
    Ilustrasi Harbolnas Ramadan 2021 - - Foto; Medcom



    Jakarta: Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menyambut baik rencana subsidi Rp500 miliar dari pemerintah untuk mendongkrak masyarakat berbelanja di marketplace. Dana itu diberikan untuk berupa gratis ongkos kirim bagi pembelian produk pada saat belanja online menjelang Lebaran.

    "Kami tentu menyambut baik rencana pemerintah ini. Ini bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mendorong perekonomian masyarakat," kata Ketua Umum idEA Bima Laga saat dihubungi, Sabtu, 10 April 2021. 






    Menurut Bima, menjelang Lebaran kebutuhan masyarakat semakin tinggi. Dengan adanya subsidi biaya ongkir gratis dari pemerintah diharapkan dapat meningkatkan penjualan atau transaksi bagi indistri digital.

    "Seberapa besar? tentu belum bisa kami proyeksikan lantaran masih harus dilihat mekanisme pelaksanaannya nanti," ujar Bima. 

    Baca: Pengumuman! Pemerintah Tebar Gratis Ongkir saat Gelar Harbolnas Ramadan

    Pemerintah akan mengadakan program Hari Belanja Online Nasional di akhir bulan Ramadan (Harbolnas Ramadan). Program ini bertujuan untuk mendorong konsumsi masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi nasional tahun ini.
     
    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program ini akan diselenggarakan selama lima hari mulai H-10 sampai dengan H-6 menjelang Idulfitri. Pemerintah akan memberikan subsidi biaya ongkos kirim gratis.
     
    "Untuk Harbolnas Ramadan ini pemerintah akan memberikan subsidi biaya ongkir gratis, untuk pembelian produk lokal dan produksi UMKM kita," kata dia, dilansir dari keterangan resminya, Jumat, 10 April 2021.

    Dalam memberikan subsidi biaya ongkir gratis ini pemerintah menyiapkan Rp500 miliar. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan asosiasi, platform digital, pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), produsen lokal, serta para pelaku logistik lokal.
     
    Pemerintah berupaya untuk mengoptimalkan peningkatan konsumsi pada Ramadan dan Idulfitri 2021. Salah satunya adalah dengan mewajibkan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan swasta dan Gaji ke-13 dan THR untuk ASN/ TNI/ Polri.
     
    "Pemerintah menetapkan kebijakan untuk mewajibkan pembayaran THR kepada karyawan. Melalui pemberian THR dan Gaji ke-13 tersebut diperkirakan bisa menghasilkan potensi untuk konsumsi sebesar Rp215 triliun," ungkapnya.
     

    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id