Baru 13% UMKM Manfaatkan Platform Digital

    Husen Miftahudin - 31 Agustus 2020 20:26 WIB
    Baru 13% UMKM Manfaatkan Platform Digital
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) dapat mengoptimalkan teknologi digital agar dapat menjalankan usahanya dari rumah dan terhubung ke ekosistem digital. Pasalnya baru delapan juta atau 13 persen dari total populasi UMKM yang memanfaatkan platform digital.

    Padahal berdasarkan data McKinsey pada Juni 2020, sejak pandemi penjualan di e-commerce naik 26 persen dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari. Oleh karena itu, dengan UMKM digital produktif, menjadi kunci bagi pemulihan ekonomi nasional di tengah meluasnya dampak pandemi covid-19.

    Teten menekankan perlunya peningkatan kerja sama antara kementerian/lembaga, pemerintah daerah (pemda), institusi perbankan, fintech, marketplace, dan seluruh pihak lain yang terlibat untuk menyiapkan the Future SMEs agar UMKM dapat bersaing di pasar domestik dan pasar global.

    "Pasalnya, pandemi covid-19 berdampak signifikan bagi pelaku UMKM di Indonesia, baik dari sisi supply maupun demand," ucap Teten dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Kementerian Koperasi dan UKM, Senin, 31 Agustus 2020.

    Tidak cukup hanya hadir dalam platform digital, lanjutnya, isu sustainability dari UMKM di platform digital juga patut mendapat perhatian. "UMKM tidak hanya harus bertahan, namun harus mampu menjadi kompetitif baik di pasar lokal dan global," papar dia.

    Menurut Teten, pemerintah pun melakukan intervensi di sisi hulu (supply) dan hilir (demand). Untuk menjawab masalah di sisi supply terkait pembiayaan untuk koperasi dan UMKM, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp123,46 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) khusus sektor UMKM.

    Per 27 Agustus 2020, progres sementara mencapai 45,76 persen atau telah disalurkan sebanyak Rp56,5 triliun untuk pelaksanaan program PEN sektor koperasi dan UMKM. Untuk usaha mikro yang tidak menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan, pemerintah menyiapkan bantuan modal kerja berupa Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro berupa hibah Rp2,4 juta untuk 12 juta pelaku usaha mikro.

    "Program ini diharapkan menjadi jawaban bagi para pelaku usaha mikro yang modal usahanya tergerus untuk kepentingan konsumsi untuk dapat menambah inventory atau modal kerja, serta memudahkan ke depannya pelaku usaha dapat terintegrasi dalam sistem keuangan inklusif," papar Teten.

    Sementara untuk tantangan di sisi hilir atau demand, lanjut Teten, pihaknya sudah melakukan usaha membantu upaya pemasaran produk koperasi dan UKM dengan menyertakan UMKM dalam platform belanja pemerintah serta platform belanja BUMN. Tahun ini, setidaknya ada potensi senilai Rp321 triliun belanja pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah diarahkan Presiden Jokowi untuk dapat dioptimalkan UMKM.

    Di samping itu, Kemenkop dan UKM juga telah bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) untuk menghadirkan Laman UMKM dan BeLa Pengadaan untuk program ini, serta melakukan pendampingan dan pelatihan bagi UMKM untuk dapat hadir dalam platform ini.

    "Bersama Kementerian BUMN, kami juga sudah bekerja sama untuk memastikan belanja barang dan jasa di bawah nilai Rp14 miliar agar UMKM dapat ikut serta melalui Pasar Digital UMKM yang memiliki potensi setidaknya Rp35 triliun dan 27 kategori produk," urai Teten.

    Saat ini, sebanyak sembilan BUMN telah siap dan secara bertahap ke BUMN lainnya untuk menyerap produk UMKM. Contoh kategori adalah alat tulis kantor, catering & snack, souvenir & merchandise, pengadaan & sewa furnitur, jasa event organizer, dan lain-lain.

    Kemenkop dan UKM juga melakukan on boarding digitalisasi UMKM di daerah-daerah dengan memanfaatkan katalog digital/e-Brochure. Katalog digital ini nantinya berisi produk UMKM serta hyperlinks/tautan kontak penjual.

    "Sehingga, dapat disebarkan dengan sederhana melalui platform chat ataupun media sosial dan jika di-klik akan langsung terhubung ke WA penjual," pungkas Teten.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id