Transaksi Online Melonjak, Cek Sistem Keamanan Berlapis Gojek

    Desi Angriani - 16 Oktober 2020 11:39 WIB
    Transaksi <i>Online</i> Melonjak, Cek Sistem Keamanan Berlapis Gojek
    Ilustrasi Gojek Indonesia - - Foto: dok MI

    Adapun di dalam teknologi Gojek SHIELD ini, pengguna dapat mengaktifkan fitur biometrik berupa sidik jari dan verifikasi wajah guna memverifikasi transaksi nontunai di luar layanan Gojek. Fitur sidik jari ini telah tersedia di seluruh pengguna smartphone Android dan iOS, dan fitur verifikasi wajah mulai tersedia di platform iOS.

    Di sisi lain, platform ojek daring tersebut juga melakukan kampanye Aman Bersama Gojek sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat agar lebih mewaspadai transaksi online termasuk melindungi informasi pribadi.

    Dari sisi proteksi, Gojek menerapkan program Jaminan Saldo Gopay Kembali untuk pengguna yang menjadi korban kejahatan. Program ini berlaku bagi pengguna Gopay Plus yang harus memenuhi syarat verifikasi terlebih dulu.

    “Gojek secara proaktif mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih waspada dalam aktivitas daring serta memberikan ekstra proteksi keamanan Jaminan Saldo Gopay Kembali untuk menunjang kenyamanan transaksi pengguna di platform daring,” pungkas Genesha.

    Peningkatan sistem keamanan Gojek juga tercermin dalam kenaikan transaksi GoPay di layanan GoFood, GoSend dan GoShop serta di luar layanan Gojek seperti e-commerce, gaming, hingga donasi digital.

    Bahkan survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB-UI) menyatakan Gojek mengungguli layanan on demand yang digunakan masyarakat selama pandemi.

    Survei ini mencatat sebanyak 46 persen konsumen memilih aplikasi Gojek dibandingkan aplikasi on demand lainnya. Kemudian sebanyak 93 persen konsumen yang disurvei mengakui jika aplikasi Gojek memiliki standar keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan standar keamanan yang diterapkan industri.

    "Selama pandemi konsumen semakin bergantung pada layanan digital tradisional, seperti pemesanan makanan, pengiriman barang, dan pembayaran digital," kata Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi dalam keterangan resminya, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Di sisi lain terjadi peningkatan penggunaan berbagai fitur layanan dalam ekosistem Gojek dibandingkan jumlah transaksi yang tercatat sebelum pandemi. Sebanyak 65 persen konsumen mengaku lebih sering menggunakan layanan GoFood, diikuti layanan GoPay sebanyak 68 persen, Paylater 57 persen, dan GoSend 36 persen.

    "Dengan mayoritas konsumen, 90 persen menganggap kualitas hidupnya lebih baik dengan adanya Gojek, maka 94 persen konsumen mengakui akan tetap menggunakan aplikasi Gojek dan tidak beralih ke aplikasi lainnya dan 96 persen konsumen setuju untuk merekomendasikan Gojek kepada teman serta kerabat mereka," terang dia.

    Berdasarkan survei ini, persepsi konsumen positif terhadap sistem keamanan yang terus ditingkatkan Gojek dari tahun ke tahun. Survei tersebut melibatkan 4.199 orang responden dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei mandiri yang disebarkan secara daring selama September 2020. 

    (Des)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id