BI: Kehadiran Fintech Bikin Sistem Pembayaran Semakin Kuat

    Husen Miftahudin - 21 Oktober 2020 16:34 WIB
    BI: Kehadiran <i>Fintech</i> Bikin Sistem Pembayaran Semakin Kuat
    Transaksi Digital. Foto : Medcom.
    Jakarta: Principal Economist Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Agung Purwoko mengatakan kehadiran financial technology (fintech) semakin memperkuat sistem pembayaran di Indonesia. Meski awalnya terjadi kompetisi antara fintech dan perbankan, kedua industri tersebut saling berkolaborasi untuk meningkatkan sistem pembayaran.

    Misalnya, transaksi uang elektronik yang kini banyak disediakan lembaga selain bank, khususnya penyedia uang elektronik yang berbasis peladen (server). Memang dalam lima tahun terakhir, sistem pembayaran hampir dikuasai lembaga selain bank.

    "Ini yang menjadi penting untuk kita cermati bahwa industri pun sudah berubah dan muncul pelaku baru," ujar Agung dalam diskusi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) secara virtual di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2020.

    Menurut pengamatannya, pelaku fintech kerap hadir dengan memperkuat ekosistem sistem pembayaran. Mereka terkoneksi dengan berbagai macam ekosistem industri, mulai dari belanja daring (e-commerce), logistik, restoran, hingga pembiayaan (lending).

    "Ini kemudian memicu bank untuk mulai berkolaborasi (dengan fintech). Bank yang semula berbasis kantor cabang, sekarang kalau kita lihat kantor cabang pun terus menurun," paparnya.

    Mengantisipasi hal ini, beberapa bank mulai merombak cara bisnis mereka. Beberapa di antaranya bahkan sudah mengadopsi ekosistem digital dengan Open Application Programming Interfaces (Open API).

    "Sehingga kerja sama bank dengan fintech semakin terbuka dan lebih agile (tanggap) terhadap perkembangan yang terjadi. Jadi memang yang kita lihat sekarang adalah kompetisi antara fintech dan bank," ungkap Agung.

    Sebagai contoh pelaku fintech yang memiliki penuh ekosistem digital, namun tidak dapat menerbitkan kartu ATM. Dalam hal ini, fintech tersebut dapat berkolaborasi dengan industri perbankan agar dapat memiliki ATM yang terintegrasi dengan fintech dan perbankan tersebut.

    "Ke depan pun bisa juga bank menggunakan ekosistem dari fintech untuk membuka rekening bank. Jadi memang kemungkinan-kemungkinan ini terus bergerak, kolaborasi dengan mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki masing-masing pihak," pungkas Agung.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id