comscore

Maksimalkan Industri Kreatif, Seniman Bali Jual Karya di NFT

Arif Wicaksono - 04 Januari 2022 09:58 WIB
Maksimalkan Industri Kreatif, Seniman Bali Jual Karya di NFT
Penjualan Karya Seni Seniman Bali di NFT. Foto : Perusahaan.
Denpasar: Industri seni di Bali kini tengah berevolusi dengan hadirnya beragam cara penjualan karya seni termasuk salah satunya dengan Non-Fungible Token (NFT).  Salah satu caranya dalah dengan berjualan di Whoafrank yang mewadahi penjualan karya seniman-seniman di Pulau Dewata menggunakan aplikasi digital.

Whoafrank memfasilitasi penjualan karya seniman baik untuk karya dalam bentuk analog maupun digital. Sekitar 20 orang seniman lukis hingga fotografi asal Bali pada saat ini sudah bergabung memamerkan hasil karyanya di aplikasi tersebut. Founder WHOAFRANK, Franklin Firdaus, mengatakan jumlah seniman akan kemungkinan bertambah karena saat ini masih tahap awal pengembangan.
Dia menegaskan platform ini ditujukan bagi seniman baru maupun lama yang tertarik untuk memasarkan hasil karya mereka menggunakan jalur digitalisasi. Menurutnya, era pandemi merupakan waktu tepat bagi seniman memanfaatkan jalur digital agar karya-karya mereka tetap mendapatkan apresiasi dari penikmat seni.

“Ini platform untuk seniman baru maupaun lama yang tertarik. Mereka punya kesempatan yang sama, sekaligus kami ingin melihat strong points apa atau dari angle apa agar pecinta seni dapat menikmati. Intinya kami persilahkan semua bergabung,” tuturnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa  4 Januari 2022.

Dia menjelaskan platform digital diadopsi karena pada saat pandemi banyak yang kesusahan tidak saja memamerkan hasil karya tetapi juga untuk naik kelas. Karya seni merupakan sebuah karya yang seharusnya tetap dapat dinikmati di era pandemi seperti sekarang karena sangat personal.

Ditegaskan olehnya, penggunaan NFT dalam platform ini akan menjawab kegelisahan seniman tersebut karena hasil karya mereka dapat menjangkau pasar lebih luas. Selain itu, akan memberi nilai tambah bagi seniman di Bali, karena mereka akan dapat terus menikmati hasil penjualan dari karyanya.

Cofounder WHOAFRANK Locca Candra mengatakan bahwa pihaknya tidak akan turut campur dalam proses pembuatan karya oleh seniman. Pihaknya membebaskan seniman berkreasi dan hanya fokus mengelola hasil karya tersebut agar diminati oleh penikmat seni.

Adapun terkait harga, pihaknya juga memberikan kebebasan kepada seniman menentukan harga. Ditekankan olehnya bahwa tujuan utama dari keberadaan platform ini untuk memberikan keadilan bagi seniman di Pulau Bali dalam hal mendapatkan royalty untuk penjualan karya mereka.

“NFT menurut kami lebih menghargai seniman. Itulah alasan kami memilih untuk mengadopsi NFT agar ada rasa keadilan bagi seniman. Mereka bisa fokus berkreasi dan tetap mendapatkan persentase dari setiap penjualan,” jelasnya.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id