comscore

Nilai Transaksi Kripto Capai Rp859,4 Triliun di 2021

Antara - 29 Juni 2022 19:53 WIB
Nilai Transaksi Kripto Capai Rp859,4 Triliun di 2021
Aset kripto. Foto : AFP.
Padang: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyebutkan nilai transaksi aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan yang dahsyat hingga 2021 mencapai Rp859,4 triliun.

"Aset kripto di Indonesia mengalami lonjakan luar biasa, pada 2020 nilai transaksi aset kripto sebesar Rp64,9 triliun. Satu tahun kemudian, per Desember 2021, angkanya melonjak sangat signifikan menjadi Rp859,4 triliun," kata dia, dikutip dari Antara, Rabu, 29 Juni 2022.
 
baca juga: Edukasi Jadi Kunci Dorong Investasi Kripto

Melihat hal ini, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) telah menyiapkan infrastruktur yang esensial, seperti bursa kripto, lembaga kliring, dan pengelola tempat penyimpanan aset kripto (depository) untuk mendukung ekosistem perdagangan fisik aset kripto Indonesia, khususnya yang memberikan kepastian dan kenyamanan bagi konsumen.
Ia tegas mengingatkan kripto di Indonesia adalah sebuah aset atau komoditas dan bukan alat pembayaran yang sah secara peraturan perundang-undangan.

Terkait tren investasi yang semakin meluas di masyarakat, dirinya mengingatkan agar masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal dalam melakukan investasi secara aman. Pertama, sebelum memutuskan untuk bertransaksi aset kripto, setiap orang harus memastikan paham benar apa itu aset kripto dan mekanisme perdagangannya.

Kedua, berinvestasi di calon pedagang aset kripto yang memiliki tanda daftar dari Bappebti. Ketiga, menginvestasikan dana untuk jenis aset kripto yang telah diatur Bappebti. Di samping itu, calon investor juga perlu memastikan dana yang digunakan adalah dana lebih yang dihasilkan secara legal dan bukan dana yang digunakan kebutuhan sehari-hari.

"Investor harus mempelajari risiko yang mungkin timbul dan perkembangan harga aset kripto yang terjadi karena harga yang fluktuatif. Selain itu, investor harus pantang percaya dengan janji-janji keuntungan tetap atau tinggi," tegas Wamendag.

Ia mengatakan, dengan adanya kecanggihan teknologi dan keterbukaan informasi, animo masyarakat untuk memilih kripto sebagai salah satu aset atau alternatif atas instrumen investasi konvensional akan semakin tinggi di waktu mendatang.

Dirinya menyebutkan jumlah nasabah aset kripto telah mencapai 14,1 juta pada bulan lalu. Sementara itu, investor saham tercatat hanya 8,86 juta.

Sementara itu, saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Nasional (UIN) Mahmud Yunus Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Selasa, 28 Juni 2022, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan mahasiswa harus memahami aset kripto, baik dalam rangka mengkaji maupun melengkapi diri sebelum berinvestasi.

Demografi investor kripto didominasi kelompok usia 18-24 tahun sebesar 32 persen, kelompok 25-30 tahun sebesar 30 persen, dan kelompok 31-35 tahun sebesar 16 persen. Adapun berdasarkan kelompok profesi, karyawan swasta mendominasi sebesar 28 persen, wiraswasta sebesar 23 persen, dan pelajar serta mahasiswa sebesar 18 persen.

Sejauh ini, Bappebti mencatat lima calon pedagang fisik aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi pada Januari-Mei 2022 yaitu PT Aset Digital Berkat-Tokocrypto, PT Indodax Nasional Indonesia-Indodax, PT Pintu Kemana Saja-Pintu, PT Rekeningku Dotcom Indonesia-Rekeningku, dan PT Zipmex Exchange Indonesia-Zipmex.

Adapun lima jenis aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi yaitu tether dengan nilai transaksi Rp42,3 triliun, kemudian bitcoin Rp 18,5 triliun, ethereum Rp14,2 triliun, doge coin Rp6,8 triliun, dan terra Rp6 triliun.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id