Menkeu: Pandemi Covid-19 Memaksa Percepatan Transformasi Digital

    Eko Nordiansyah - 14 Oktober 2020 13:03 WIB
    Menkeu: Pandemi Covid-19 Memaksa Percepatan Transformasi Digital
    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Foto : Medcom.
    Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pandemi covid-19 yang terjadi saat ini memaksa percepatan transformasi digital di semua bidang. Era digital dengan industri 4.0 'terpaksa' dijalankan karena adanya disrupsi akibat pandemi covid-19.

    Dalam sebuah lelucon, Sri Mulyani menyebutkan covid-19 telah mendorong transformasi digital untuk dijalankan. Hal ini dinilainya benar, karena selama pandemi ini penggunaan layanan digital menjadi semakin masif.

    "Siapa yang memimpin digital di perusahaan Anda? Dikasih tiga jawaban CEO pimpinan perusahaan, CAO pemimpin informasi teknologi di perusahaan Anda, atau covid. Jawabannya covid. Mungkin ini lelucon tapi ini benar," kata dia saat memberi sambutan dalam wisuda PKN STAN di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Ia mencontohkan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai salah satu institusi pemerintah yang telah menyiapkan transformasi digital dipaksa mempercepat pelaksanaannya karena pandemi. Padahal saat itu penerapan flexible working hour masih dalam tahap percobaan.

    "Tiba-tiba kita dihadapkan oleh covid-19 yang memaksa kita untuk tidak masuk kantor namun kita harus tetap bekerja. Bahkan kita ditantang karena covid menimbulkan dampak luar biasa bagi bangsa kemudian imbas ke keuangan negara luar biasa. Penerimaan pajak turun sebab perusahaan perusahaan mengalami kerugian. Jangankan mereka bisa beroperasi, mereka tutup. Selain tutup mereka harus tanggung biaya," ungkap dia.

    "Banyak dari sebagian masyarakat kita kehilangan pekerjaan. Masyarakat kita yang usaha kecil menengah tidak bisa, warung Tegal yang biasanya menjual makan makanan di sekitar sekolah, perkantoran mereka tidak ada lagi yang membeli. Tidak hanya satu minggu, tidak hanya satu bulan, ini sudah bulan ketujuh, Jadi ini merupakan suatu tantangan yang luar biasa yang mengubah secara luar biasa cepat dan harus bisa atasi," lanjutnya.

    Untuk itu, Sri Mulyani berharap pandemi covid-19 yang memaksa untuk dilakukannya transformasi digital menjadi pelajaran yang luar biasa. Terlebih bagi 3.231 wisudawan PKN STAN yang akan memasuki dunia kerja sebagai calon Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenkeu.

    "Waktu kita diberikan tantangan dan dipaksa berubah kita mampu melakukan penyesuaian. Ini yang disebut skill yang harus kalian miliki. Jangan jadi manusia yang kemudian tidak bisa melihat perubahan atau mengubah diri kita sendiri menjadi lebih baik karena dunia pasti akan berubah," pungkas dia.  

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id