comscore

Perkembangan Pasar NFT Masih Tahap Awal di Indonesia

Arif Wicaksono - 30 Maret 2022 20:59 WIB
Perkembangan Pasar NFT Masih Tahap Awal di Indonesia
Ilustrasi NFT. Foto : AFP.
Jakarta: Produk Non-Fungible Token (NFT) semakin berkembang pesat di Indonesia. Produk ini menjadi perhatian generasi milenial seiring dengan berkembangnya tokoh populer dari selebrtits hingga orang biasa yang memanfaatkan momentum ini dengan membuat NFT.

Namun masih belum banyak acara yang mempertemukan pelaku NFT di Indonesia. Untuk menyosialisasikan  NFT, Jakarta Creative City Network, melaksanakan acara yang mempertemukan pelaku NFT di Lokasi Mbloc pun dipilih karena merupakan representasi dari public space yang cukup iconic serta sejalan dengan pop-culture dalam dunia NFT.
“Di masa pandemi ini NFT mengalami pertumbuhan pesat di Indonesia. Sayangnya belum ada sebuah melting pot offline yang mempertemukan para pelaku industri dan pemilik IP dengan komunitas creator, project owner, developer, hingga kolektor NFT,"  ujar Chairman NFE 2022 Fajar Widi dikutip dari Mediaindonesia.com, Rabu, 30 Maret 2022.

Ajang temu praktisi ini pun turut didukung oleh Jakarta Creative City Network. Lebih lanjut Fajar menjelaskan ada tiga tujuan dari diadakannya event ini. Tujuan pertama adalah bentuk edukasi ke publik bagi yang belum mengenal dunia NFT

Di sini turut hadir komunitas NFT Academy yang memiliki tujuan memberikan literasi edukasi NFT kepada siapapun yang ingin belajar. Terdapat sesi NFT Sharing yang akan diisi oleh para pengamat dan praktisi project NFT.

Tujuan kedua, adalah membuka kerangka berpikir yang lebih luas tentang dunia NFT. Menurut Fajar, NFT bisa menjadi pelengkap ekosistem antar industri ke depannya jika para pemilik IP bisa menggabungkan produk NFT dengan utility agar memiliki real business value.

Tujuan ketiga adalah ruang kolaborasi bagi siapapun yang ingin bergerak di industri NFT. Oleh karena itu Non-Fungible Event juga diramaikan oleh organisasi seperti Asosiasi Blockchain Indonesia dan Kadin, juga beberapa brand seperti Podkesmas Asia, Kompas Gramedia, VIA, dan Indonesian Basketball League (IBL).

“Di Indonesia NFT itu masih berada di fase early adopter dan marketnya pun masih belum massive. Justru event ini akan membuka akses bagi para pelaku industri untuk mengakselerasi pertumbuhan NFT di Indonesia,” imbuh Fajar.

Handoko Hendroyono mewakili Jakarta Creative City Network menyatakan bentuk dukungannya terhadap acara ini,

“Kami senang menyambut kegembiraan berkarya masa kini dan masa depan. Kami mendukung penuh acara ini karena akan membuka ruang kreatif bagi para pelaku industri," jelas dia.

Produk NFT kian menjadi populer di Indonesia setelah Sultan Gustaf Al Ghozali  berhasil meraup lebih dari USD1 juta dari penjualan foto selfie-nya lewat platform NFT di Opensea.

Ghozali mengakui belum berencana untuk mencairkan semua penghasilannya tersebut. Adapun, per Kamis, 20 Januari 2022 jumlah penghasilan Ghozali dari penjualan foto selfienya di NFT adalah Rp39 juta atau USD2700. Karena mengunggah foto selfie ternyata menghasilkan cuan, Ghozali mengatakan ke depan ia akan terus berkembang di dunia NFT.  

"NFT adalah aset digital berbasis teknologi blockchain yang sudah populer di dunia kripto. Dengan kata lain, NFT adalah aset digital yang mewakili barang berharga dengan nilai yang tidak dapat ditukar atau diganti," ucapnya.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id