comscore

Allo Bank Buka Peluang Kolaborasi Lagi

Antara - 11 Januari 2022 13:33 WIB
Allo Bank Buka Peluang Kolaborasi Lagi
Ilustrasi Bank Digital. Foto : Medcom.
Jakarta: Pengusaha sekaligus pemegang saham utama (ultimate shareholder) PT Allo Bank Indonesia Tbk meyakini bank dengan kode saham BBHI yang  merupakan bank digital itu memiliki prospek cerah ke depan didukung oleh teknologi dan ekosistem yang mumpuni.
Meskipun sudah didukung beberapa unicorn, dia meyakini membuka kesempatan bagi pihak lain untuk masuk dan berkolaborasi di Allo Bank.

"Kebetulan kami didukung oleh the biggest digital bank in the world dalam penerapan teknologi dan platformnya," ujar Chairul Tanjung  dikutip dari Antara, Selasa, 11 Januari 2022.

 



Untuk ekosistem sendiri, lanjut Chairul Tanjung, merupakan pengabungan fisik dan digital yang jika disatukan akan menjadi yang terkuat dan terluas. Kendati demikian, pihaknya tetap membuka kesempatan kepada perusahaan dari ekosistem lain untuk dapat bergabung. Menurut dia, kolaborasi merupakan sebuah keniscayaan dalam era saat ini.

"Pasti kita tahu kunci seperti platform kami insyaAllah akan kami launch dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi dan setelah itu tentu satu demi satu koneksi antara ekosistem yang bergabung dengan kami musti di-connect sehingga jadi satu kesatuan. Makanya namanya Allo Bank, singkatan dari all in one, satu untuk semua, semua untuk satu," kata Chairul Tanjung.

Terkait dengan kemungkinan bank konvensional digeser oleh bank digital di masa depan, Chairul Tanjung mengatakan ia tidak pernah membedakan antara bank konvensional dengan bank digital. Ia menilai bank tetaplah bank, namun bank digital memakai teknologi sebagai basis bisnis, sementara bank konvensional memakai fisik cabang sebagai basis bisnis.

"Tentu namanya bank digital itu tidak ada batasan karena itu bisa menjangkau siapapun, di manapun, dan kapanpun, 24 jam itu orang bisa bertransaksi perbankan. Harapan kami Allo Bank bisa jadi solusi finansial untuk seluruh rakyat Indonesia dan bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk ekonomi Indonesia," ujar Chairul Tanjung.


Tren bank digital


Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, bank-bank digital memiliki potensi yang luar biasa ke depannya, terutama dalam hal menjangkau nasabah hingga di pelosok wilayah.

"Bisa kita lihat bank digital ini bisa menjangkau sampai ujung-ujung provinsi yang sebelumnya itu tidak terpikir dan sulit, harus ada branch-branch di seluruh provinsi sampai pelosok-pelosok. Dengan adanya bank sepeti Allo Bank, tidak perlu ini bisa sampai ujung provinsi dan ini tentunya disambut baik. Tren saat ini investor pun melihat ini sebagai potensi," ujar Inarno.

BEI pun mendorong perusahaan-perusahaan, tidak hanya dari sektor perbankan atau teknologi saja, namun juga seluruh sektor untuk bisa masuk ke pasar modal dan menjadi perusahaan publik.

"Semua sektor kita dorong untuk listing di bursa dan mungkin patut kita sadari bahwa growth kita itu tertinggi di ASEAN . Kita sampai tahun lalu tumbuh 40 persen, di bawah kita Thailand, Singapura malah negatif. Apa sektor ke depan yang menarik? Kalau kita lihat tren di luar itu yang berbasis teknologi dan yang berbasis ekonomi hijau, tapi dari kami, kami mendorong semua sektor untuk masuk go public," kata Inarno.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id