Pengurus Muda Perlu Bantu Koperasi Hadapi Industri 4.0

    Ilham wibowo - 20 Juli 2020 12:14 WIB
    Pengurus Muda Perlu Bantu Koperasi Hadapi Industri 4.0
    Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki . Foto : Medcom.
    Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut perlunya talenta muda yang penuh inovasi dalam pengembangan koperasi. Berada di era industri 4.0, koperasi dituntut mampu dan segera bertransformasi digital.

    "Kalau tidak masuk ke anak muda koperasi akan ditinggalkan," kata Teten dalam webinar bertajuk Model Koperasi Era 4.0 di Jakarta, Senin, 20 Juli 2020.

    Teten mendorong anak muda banyak terlibat di pengembang koperasi dengan mendesain ulang kegiatan yang menyasar sektor yang diinginkan masyarakat. Penerapan teknologi pun perlu dimanfaatkan koperasi dalam mendukung pelayanan yang lebih efisien kepada anggotanya.

    "Penting menunjukkan inovasi dan kreatif supaya jadi pilihan rasional masyarakat dalam berusaha. Kami sedang merumuskan arsitektur koperasi agar tumbuh sejajar dengan korporasi," tuturnya.

    Dalam arsitektur tersebut, pengembangan koperasi akan diarahkan agar sejalan dan mendukung pengembangan UMKM seperti akses pelaku usaha terhadap permodalan, pasar dan penggunaan sarana digital. Dampak ekonomi yang diberikan koperasi dan UMKM juga diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang lebih besar baik terhadap anggota maupun ekonomi Indonesia.

    Penguatan jangka pendek bakal diterapkan seperti regulasi, publikasi data, literasi, penyusunan model bisnis usaha koperasi dan permodalan. Kemudian penguatan akses pasar, serta penilaian kesehatan dan kepatuhan dalam konteks pembinaan koperasi.

    "Penggunaan teknologi digital akan menyeluruh di berbagai aspek, sudah saatnya koperasi bertransformasi dan kerja sama dengan UMKM," ucapnya.

    Teten menuturkan bahwa industri 4.0 membawa perubahan yang radikal terhadap cara manusia berproduksi barang. Bukan hanya ekonomi, perubahan lantaran adanya industri 4.0 juga terjadi bersamaan di berbagai aspek baik politik maupun kebudayaan.

    "Koperasi tidak hanya bisnis digital tapi mindset sistem tata kelola secara menyeluruh dan visi bisnis, karena itu koperasi harus beradaptasi dan bertransformasi secara dinamis," ucap Teten.

    Teten memaparkan bahwa kontribusi koperasi terhadap perekonomian Indonesia pada 2019 baru sebesar 0,97 persen. Angka tersebut masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata kontribusi koperasi terhadap ekonomi dunia, yaitu sebesar 4,30 persen.

    Menurutnya, bisnis koperasi perlu berkembang dengan lebih banyak menghadirkan inovasi produksi yang ditawarkan. Pemanfaatan teknologi yang masif selama pandemi covid-19 pun akan memantapkan cara kerja baru menjalankan kegiatan usaha.

    "Covid-19 telah ubah pola hidup masyarakat di berbagai kehidupan, adaptasi di bidang teknologi dan aktivitas diulang-ulang itu akan jadi kebiasaan baru dan kemungkinan tidak akan kembali," kata Teten. 


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id