Riset: Fintech Lending Berperan Besar Dukung Inklusi Keuangan

    Angga Bratadharma - 04 Juli 2020 09:12 WIB
    Riset: <i>Fintech Lending</i> Berperan Besar Dukung Inklusi Keuangan
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menyatakan kehadiran fintech lending telah berkontribusi pada peningkatan inklusi keuangan milenial terutama kelompok usia 35 tahun yang merupakan cakupan populasi terbesar di Indonesia saat ini. Pinjaman dari fintech lending menjangkau berbagai sektor produktif dalam perekonomian mulai dari pertanian, manufaktur, dan jasa.

    Hal itu diungkapkan LD FEB UI dalam hasil riset terbarunya bertajuk "Dampak Sosial dan Ekonomi Fintech Lending di Indonesia (Studi Kasus Investree 2017-2019)". Adalah ini kali pertama di Indonesia hasil studi kasus yang mengukur dampak sosial dan ekonomi fintech lending diumumkan. Temuan ini menyiratkan peran dari fintech lending dalam mendukung sektor keuangan yang inklusif secara digital.

    Wakil Kepala LD FEB UI I Dewa Gede Karma Wisana mengatakan kontribusi yang semakin besar dari fintech lending menunjukkan bahwa teknologi mampu mempercepat inklusi keuangan. Terbukti, sektor yang memiliki akses terbatas ke kredit, misalnya, jenis bisnis yang layanan dan pertanian kini dapat berpartisipasi dalam pinjaman digital peer-to-peer.

    Riset yang dilakukan pada Desember 2019 merupakan riset dengan jenis studi kasus pertama yang mengukur dampak sosial dan ekonomi fintech lending di Indonesia. Riset ini mengambil sampel dari Borrower dalam ekosistem Investree, sebuah perusahaan fintech lending.

    "Kami mengambil sampel dari ekosistem Investree karena Investree merupakan perusahaan fintech lending di Indonesia dan telah mendapatkan izin dari OJK. Selain itu, Investree juga fokus pada pembiayaan untuk UKM yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia,” jelas I Dewa Gede Karma Wisana, seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu, 4 Juli 2020.

    Dalam riset ini, LD FEB UI menggunakan metode wawancara tatap muka dengan 261 Borrower yang dipilih secara acak dengan cakupan wilayah Jabodetabek (77 persen), Jawa Barat (15 persen), dan Jawa Tengah dan Jawa Timur (delapan persen). Apabila melihat tipe pinjaman, Borrower dengan tipe online seller financing adalah yang paling banyak menjadi responden dalam riset ini yakni sebanyak 62 persen, dilanjutkan dengan tipe invoice financing (32 persen), dan working capital term loan (enam persen).

    Temuan menarik dalam riset ini adalah banyak peminjam yang bergerak di bidang industri kreatif di mana 24 persen dari Borrower Investree adalah para pelaku industri kreatif dan 15 persen di antaranya mengalami peningkatan pendapatan antara 30- 50 persen setelah memperoleh pinjaman dari fintech lending, dalam riset ini merupakan pinjaman dari Investree.

    Kemudian, sebesar 52 persen dari industri kreatif yang meminjam di Investree menggunakan layanan invoice financing dilanjutkan dengan tipe online seller financing (33 persen), dan working capital term loan (15 persen).

    I Dewa Gede Karma Wisana mengatakan industri kreatif memang sedang menjadi primadona apalagi di kalangan generasi milenial. Tercatat terdapat 16 sub-sektor industri kreatif seperti konsultan atau periklanan, desain komunikasi visual, dan arsitektur yang sedang berkembang saat ini sehingga pinjaman dari sektor tersebut cukup banyak.

    Tak hanya industri kreatif yang mengalami peningkatan pendapatan setelah mendapat pinjaman dari fintech lending. Apabila melihat data yang didapat dari Investree, sebanyak 58 persen Borrower Investree yang bergerak di sektor industri manufaktur mengalami peningkatan pendapatan sebesar 20-50 persen, 52 persen Borrower Investree dari sektor jasa serta 51 persen Borrower Investree dari sektor konstruksi juga mengalami peningkatan pendapatan serupa. Secara keseluruhan, 56 persen dari Borrower Investree menyatakan bahwa mereka mengalami peningkatan pendapatan setelah mendapatkan pinjaman dari Investree.

    "Riset ini menemukan bahwa fintech lending mampu mendukung inklusi keuangan melalui platform digitalnya, termasuk produk-produk inovatif, baik secara horizontal melalui sektor-sektor yang dibiayai, dan secara vertikal melalui skala bisnis keuangan. Kehadiran fintech lending seperti Investree dan bergabungnya pengusaha skala kecil dan menengah memberikan dampak positif pada dunia bisnis, seperti meningkatnya pendapatan dan menambah lapangan kerja," tutup Dewa Wisana.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id