Pemerintah Bidik Tiga Unicorn Baru

    Media Indonesia - 13 Juli 2020 07:12 WIB
    Pemerintah Bidik Tiga <i>Unicorn</i> Baru
    Pemerintah bidik tiga unicorn baru. Foto: dok MI/Pius Erlangga.
    Jakarta: Pemerintah mendorong lahirnya startup baru Tanah Air di era new normal kali ini. Apalagi, sejak adanya covid-19, jumlah pengguna internet meningkat hingga mencapai 171,2 juta atau 64,8 persen dari total penduduk.

    Plt Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf ) Josua Puji Mulia Simanjuntak mengatakan pemerintah menargetkan Indonesia memiliki tiga unicorn baru hingga 2020 sebagaimana disampaikan Presiden Jokowi.

    "Pemerintah ingin menumbuhkan startup replikasi unicorn dan decacorn. Jangan hanya menjadi pasar," ungkap Josua dalam sebuah webinar, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 13 Juli 2020.

    Unicorn merupakan sebutan bagi startup bervaluasi lebih dari USD1 miliar atau sekitar Rp14 triliun. Saat ini Indonesia memiliki empat unicorn yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO. Indonesia juga memiliki satu decacorn yakni Gojek.

    Decacorn memiliki valuasi melebihi USD10 miliar atau setara Rp140 triliun. Sebagai upaya mencapai target itu, Kemenparekraf kembali menggelar program akselerasi bagi 40 startup atau Baparekraf for Startup (Bekup) di tengah pandemi covid-19. Josua mengatakan program Bekup sudah digelar sejak 2016.

    Selama empat tahun terakhir, kementerian mengakselerasi 390 pre-startup di 15 kota di seluruh Indonesia. Tahun ini, kementerian memilih 40 perusahaan rintisan untuk mengikuti program akselerasi tersebut. Tahun ini, Bekup akan digelar di lima kota yaitu Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, dan Makassar.

    Sebanyak 40 startup terpilih akan dibimbing intensif oleh lebih dari 110 mentor selama sebulan. Pendaftaran Bekup dibuka di Jakarta pada 20 Juli, lalu dilakukan di kota lain.

    Direktur Aplikasi dan Tata Kelola Ekonomi Digital Kemenparekraf Neil El Himam mengatakan startup yang selesai mengikuti program Bekup akan difasilitasi untuk mendapatkan pendanaan.

    Presiden Coworking Indonesia Faye Alund berharap program Bekup dapat menjadi wadah bagi startup untuk berkarya, menjalin kerja sama dengan pelaku industri, serta jadi motivasi untuk terus melahirkan ide dan mengembangkan inovasi secara kompetitif yang menjawab kebutuhan perekonomian Tanah Air.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id