comscore

Sisi Positif Aset Kripto di Balik Fatwa Haram MUI

Rendy Renuki H - 23 November 2021 17:48 WIB
Sisi Positif Aset Kripto di Balik Fatwa Haram MUI
Ilustrasi (Medcom.id)
Jakarta: Penggunaan cryptocurrency di berbagai negara masih banyak mengundang pro kontra, termasuk di Indonesia. Terlebih baru baru ini di Indonesia lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan fatwa haram cryptocurrency

Di mana dalam fatwa tersebut terdapat beberapa keputusan, antara lainnya haram hukumnya jika dijadikan sebagai mata uang, dan cryptocurrency sebagai aset yang memenuhi syarat jika memiliki underlying.
 
Namun, di balik fatwa tersebut sebenarnya cryptocurrency memiliki banyak sekali sisi positif yang sangat bermanfaat bagi banyak orang. Bahkan ada beberapa kegiatan keagamaan yang terdapat peran aset kripto di dalamnya.
Berikut di antaranya seperti yang dirangkum dari berbagai sumber: 

1. Pembangunan 10 Masjid dari Cuan Kripto

Pada medio 2020-2021, ada komunitas trader bernama Kebun Online yang mengisiasi kegiatan positif dari hasil cryptocurrency. Mereka mendonasikan 20 persen keuntungannya untuk membantu pembangunan 10 masjid dan mushola di beberapa daerah.

2. Penanangan Covid-19 India Atas Penjualan Token Shiba

Salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, telah membakar 90 persen kepemilikan koin Shiba Inu (SHIB) miliknya senilai USD6,7 miliar. Buterin memberikan 50 triliun token SHIB (senilai sekitar USD1,2 miliar pada saat itu) ke dana bantuan Covid-19 India yang didirikan oleh pendiri Polygon yaitu Sandeep Nailwal.

Buterin juga mengatakan dalam catatannya bahwa dia lebih suka pembuat cryptocurrency memberikannya kepada badan amal dan bukan kepadanya. Buterin mentransfer 500 ethereum dan 50 triliun koin meme Shiba Inu ke dalam dana tersebut.

Selain Buterin, pemain kriket Australia Brett Lee juga ikut serta melalui jalur kripto. Pacer menyumbangkan satu bitcoin ke dana bantuan kripto Covid-19 India pada 28 April 2021. 

Selain Ethereum, Shiba inu, dan Bitcoin, sumbangan dalam mata uang kripto lainnya termasuk Ripple, Dogecoin, dan Tron pun berdatangan. Dalam upaya untuk menjaga dana tetap akuntabel dan transparan, Nailwal telah membuat Google Form untuk menyimpan catatan mereka yang menyumbangkan cryptocurrency.

Cryptocurrency yang diterima oleh dana tersebut dikonversi ke Rupee India untuk membeli oksigen, makanan, vaksin, dan peralatan medis lainnya untuk yang membutuhkan. Dalam mengubah cryptocurrency menjadi mata uang domestik, Nailwal telah menggandeng bursa terbesar di India seperti WazirX, CoinDCX, dan Bitbns.

3. Donasi Kemanusiaan Menggunakan Kripto

Karena ketenaran cryptocurrency, saat ini banyak organisasi seperti LSM dan Yayasan di dunia yang menerima mata uang digital itu untuk donasi. Pada 2019, Untuk pertama kalinya UNICEF menggunakan cryptocurrency untuk mendanai teknologi open source yang bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di seluruh dunia.

Kontribusi pertama untuk dana cryptocurrency UNICEF akan diterima dari Yayasan Ethereum dan akan menguntungkan tiga penerima hibah dana inovasi UNICEF, dan sebuah proyek yang dikoordinasikan oleh inisiatif GIGA untuk menghubungkan sekolah-sekolah di seluruh dunia ke internet.

Peluncuran Dana Cryptocurrency UNICEF adalah bagian dari pekerjaan berkelanjutan UNICEF dengan teknologi blockchain. UNICEF memimpin Jaringan Inovasi PBB dengan WFP. Jaringan yang bertanggung jawab untuk meneliti potensi dan perangkap blockchain dan teknologi baru lainnya. 

4. Donasi Untuk Anak anak dan Kemiskinan

Selain UNICEF, organisasi lain seperti Children International (Children.org) juga menerima donasi dalam bentuk cryptocurrency. IRS mengklasifikasikan sumbangan cryptocurrency sebagai properti, yang berarti tidak dikenakan pajak capital gain dan dapat dikurangkan dari pajak.

Cryptocurrency adalah aset yang menarik untuk disumbangkan karena memungkinkan donasi untuk melewati pajak capital gain. Donasi akan dikenakan pajak itu jika mereka mengubah mata uang virtual menjadi uang tunai sebelum memberikannya, yang berarti lebih sedikit uang yang dapat digunakan untuk donasi mereka.

Bonus lainnya adalah pengurangan pajak penghasilan. Maka dari itu banyak sekali orang yang lebih memilih menyumbangkan donasi mereka melalui cryptocurrency karena dapat terbebas dari pajak sehingga nilai donasi tidak berkurang.

Selain Children International banyak juga organisasi-organisasi lain yang menerima donasi berupa cryptocurrency seperti Care.org, Peduli Anak Foundation, The Water Project dan masih banyak lagi.

5. Masjid di Inggris Menerima Sumbangan Kripto untuk Ramadan

Pada Mei 2018, Sebuah masjid di Inggris yang dikenal sebagai Masjid Shacklewell Lane di Dalston East London, telah melawan arus untuk menjadi yang pertama di Inggris yang menerima sumbangan cryptocurrency untuk periode Ramadan.

Masjid telah bermitra dengan startup blockchain bernama Combo Innovation untuk membuat akun Bitcoin dan Ethereum yang terbuka untuk kontribusi dari masyarakat yang mengambil bagian dalam donasi tersebut.

Selama Ramadhan, umat Islam yang aman secara finansial diharapkan untuk menyumbangkan setidaknya 2,5 persen dari penghasilan mereka. Donasi tersebut diterima melalui masjid menggunakan kode QR. Sumbangan kemudian akan dikirim secara elektronik ke dompet cryptocurrency masjid.

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id