RUU PDP Menopang Masyarakat Memperkuat Kontrol Atas Data Pribadi

    Al Abrar - 21 Oktober 2021 20:47 WIB
    RUU PDP Menopang Masyarakat Memperkuat Kontrol Atas Data Pribadi
    ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Indonesia saat ini memasuki era disrupsi digital. Era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital. 

    Dirjen Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan, mengatakan pihaknya bersama DPR saat ini berupaya membuat payung hukum atau RUU Perlindungan Data Pribadi. Aturan itu nantinya diharapkan dapat menopang masyarakat dalam memperkuat kontrol atas data pribadinya. 

     



    "Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegas bahwa kita tengah menghadapi era disrupsi teknologi," kata Semuel dalam diskusi Webinar Ngobrol Bareng Legislator yang bertajuk "Hak Pemilik Data, Dilema Auto Profiling", Selasa, 19 Oktober 2021.

    Sementara pakar dan akademisi di bidang hukum dan teknologi informasi  Sih Yuliana Wahyuningtyas menjelaskan yang dimaksud dengan profiling. Profiling yaitu segala bentuk pemrosesan otomatis data pribadi yang terdiri dari penggunaan data pribadi untuk mengevaluasi aspek pribadi tertentu yang berkaitan dengan individu.

    "Khususnya untuk menganalisis atau memprediksi aspek yang berkaitan dengan kinerja individu, khususnya untuk menganalisis kesehatan, preferensi pribadi, minat, keandalan, perilaku, lokasi, atau pergerakan," ujar Yuliana.

    Anggota Komisi 1 DPR, Bobby Adhityo Rizaldi dalam pengantar menyampaikan prinsip-prinsip pentingnya tentang hak pribadi. Pertama yaitu hak pribadi itu untuk tidak diusik oleh orang lain, hak untuk merahasiakan informasi-informasi yang bersifat sensitif yang menyangkut diri seseorang, kemudian hak juga untuk mengontrol penggunaan data pribadi seseorang oleh pihak-pihak lain.

    "Tiga prinsip ini penting agar kita memahami hak kita dalam penggunaan data pribadi baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain," kata Bobby. 

    Government Affairs and Public Policy Google, Danny Ardianto mengatakan perlunya perlindungan data pribadi dalam media sosial. Google kata Danny, berpandagan data pribadi bukan hanya tentang memberikan informasi, tetapi juga membagikan pilihan yang bermakna kepada users untuk mengendalikan datanya.

    "Mengapa kita harus menyiapkan perlindungan data pribadi, karena sebenarnya banyak sekali kemajuan yang kita alami, terlebih di era pandemi saat ini, contohnya data dari google maps itu sering kali sangat berguna bagi banyak orang, untuk kemudian menunjukan navigasi dari titik A ke titik B," kata Danny. 


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id