P2P Lending Salurkan Pinjaman Rp74,41 Triliun di 2020, Naik 26,47%

    Husen Miftahudin - 17 Februari 2021 21:43 WIB
    P2P <i>Lending</i> Salurkan Pinjaman Rp74,41 Triliun di 2020, Naik 26,47%
    OJK. Foto : Mi/Ramdani.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran pinjaman industri fintech penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (peer to peer/P2P lending) pada 2020 mencapai Rp74,41 triliun. Angka itu naik 26,47 persen dibandingkan capaian di tahun sebelumnya.

    "Dari sisi pertumbuhan penyaluran memang lumayan tinggi meskipun tidak tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," kata Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK Munawar Kasan dalam sebuah diskusi virtual, Rabu, 17 Februari 2021.

    Munawar mengakui meluasnya dampak pandemi covid-19 di Indonesia membuat pertumbuhan penyaluran pinjaman fintech P2P lending tersendat. Tahun-tahun sebelumnya, industri ini memang tumbuh sangat tinggi, bahkan mencapai lebih dari 700 persen pada 2018 dan 2019.

    "Dari sisi pertumbuhannya memang menurun, dari ratusan jadi 26,47 persen. Tetapi ini tentu saja pertumbuhannya tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, industri jasa keuangan lainnya, atau terhadap pertumbuhan industri-industri lainnya. Ini relatif tinggi," ucap dia.

    Dari total rekening, terdapat sekitar 45 juta pengguna platform fintech P2P lending. Rinciannya, sebanyak 43,56 juta merupakan rekening peminjam (borrower) dan sebanyak 717 ribu lainnya adalah rekening pemberi pinjaman (lender).

    "Artinya memang dari sisi orang yang menggunakan fintech ini, data rekeningnya sudah 45 juta. Jadi memang sangat banyak, dan kita optimistis ke depan juga akan bertambah banyak lagi," harap Munawar.

    Ia menjabarkan bahwa sebagian besar peminjam di industri fintech p2p lending adalah masyarakat bawah dan pelaku usaha kecil, mikro, dan ultra mikro. Maklum, sebab kehadiran fintech p2p lending ini ditujukan untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku UMKM yang belum terjamah layanan jasa keuangan formal.

    "Jadi tanpa harus bicara bagaimana kontribusi industri fintech lending ini terhadap pemulihan ekonomi nasional. Tanpa ada program itu pun, hadirnya fintech ini adalah untuk memberikan pendanaan dan untuk membangun perekonomian nasional," tegas Munawar.

    Saat ini total jumlah penyelenggara fintech P2P lending yang terdaftar dan berizin di OJK adalah sebanyak 148 perusahaan. Ia mengimbau kepada masyarakat agar menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar dan berizin di OJK.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id