DANA Resmi Jadi Mitra Pembayaran Kartu Prakerja

    Eko Nordiansyah - 14 Oktober 2020 16:27 WIB
    DANA Resmi Jadi Mitra Pembayaran Kartu Prakerja
    Dompet digital Dana. Foto : MI.
    Jakarta: Dompet digital DANA resmi menjadi mitra pembayaran dalam program kartu prakerja. Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan empat mitra pembayaran yaitu BNI, OVO, LinkAja, dan GoPay.

    Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan kerja sama ini menambah daftar mitra pembayaran kartu prakerja, yang sebelumnya sudah bekerja sama menyediakan akun e-wallet sebagai media penyaluran insentif.

    "Bergabungnya DANA dalam ekosistem kartu prakerja sebagai mitra pembayaran memberi lebih banyak pilihan kepada peserta kartu prakerja ke rekening mana insentif akan disalurkan," kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rudy Salahuddin mengatakan, kehadiran program kartu prakerja juga dinilai mampu mendorong akselerasi inklusi keuangan.

    "Inklusi keuangan memiliki tiga fungsi penting bagi perekonomian, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendorong proses pemulihan ekonomi nasional, serta mendukung daya tahan ekonomi masyarakat," ungkap dia.

    Saat ini teknologi digital semakin dibutuhkan di masa pandemi. Kini masyarakat tidak lagi perlu mengantri, bertatap muka dengan petugas, atau pergi ke kantor tertentu untuk mendapatkan layanan, termasuk layanan keuangan.

    Menurut Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan nasional saat ini sudah berada di level 76,2 persen. OJK menargetkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia mencapai 90 persen di 2024.

    Rudy menambahkan target pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan juga didukung oleh meningkatnya jumlah perusahaan fintech di Indonesia. Perusahaan ini mengincar segmen pasar Indonesia yang belum terjangkau sektor keuangan.

    "Salah satu hambatan utama peningkatan inklusi keuangan di Indonesia berkaitan erat dengan edukasi dan sosialisasi produk keuangan yang masih tergolong rendah," ujar Rudy.


    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id