comscore

Alibaba Prediksi 10 Tren Teknologi Terdepan

Arif Wicaksono - 11 Januari 2022 19:19 WIB
Alibaba Prediksi 10 Tren Teknologi Terdepan
Kecerdasan Buatan. Foto : Medcom.
Jakarta: Alibaba DAMO Academy (DAMO), inisiatif penelitian global dari Alibaba Group, memprediksi tren teknologi terdepan yang berperan dalam membentuk industri teknologi di tahun mendatang.

Dengan melakukan analisa pada jutaan dokumen penelitian publik dan hak paten dalam kurun waktu tiga tahun belakangan termasuk melakukan wawancara dengan sekitar 100 orang ilmuwan, Damo mempersembahkan 10 tren teknologi terkemuka dalam dua sampai lima tahun ke depan dengan harapan memberikan dampak dalam berbagai sektor ekonomi dan masyarakat secara luas.

 



“Selama satu abad terakhir, evolusi teknologi digital telah mendorong percepatan kemajuan teknologi dan perkembangan industri. Batasan teknologi semakin diperluas dari dunia fisik ke realitas campuran (mixed reality), sementara itu semakin banyak dari teknologi mutakhir yang menemukan jalannya untuk dapat digunakan di dunia industri," kata Kepala Akademi DAMO Alibaba Jeff Zhang, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 Januari 2022.

"Teknologi digital memainkan peran penting dalam mendukung masa depan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, baik itu diterapkan di industri seperti pusat data yang ramah lingkungan dan pusat manufaktur hemat energi, atau dalam aktivitas sehari-hari seperti kantor tanpa kertas. Dengan teknologi, kita akan menciptakan masa depan yang lebih baik," jelas dia.

Dalam dua tahun ke depan, diharapkan jumlah aplikasi yang berjalan menggunakan sistem komputasi baru semakin meningkat, ini perkiraannya:

1. Konvergensi Cloud-Network-Device


Pesatnya perkembangan teknologi jaringan baru akan mendorong evolusi komputasi awan menuju sistem komputasi baru yakni konvergensi cloud-network-device.

Pada sistem ini, cloud, jaringan, dan perangkat memiliki peran sendiri berdasarkan fungsi khususnya masing-masing. Konvergensi Cloud-Network-Device adalah katalis yang berperan dalam mendorong munculnya aplikasi baru yang dapat menjawab beragam kebutuhan, seperti simulasi industri dengan presisi tingkat tinggi, inspeksi kualitas standar industri secara langsung, dan mixed reality.

Dalam dua tahun ke depan, diharapkan makin banyaknya aplikasi yang beroperasi di atas sistem komputasi baru.

2. AI untuk Ilmu Pengetahuan


Dalam beberapa ratus tahun belakangan, komunitas science memiliki dua paradigma mendasar: ilmu eksperimen dan ilmu teoritis. Saat ini, semakin berkembangnya AI memberi kemungkinan dalam penciptaan paradigma ilmiah terbaru.

Machine learning dapat memproses data multidimensional dan multimodal dalam jumlah masif termasuk menyelesaikan persoalan ilmiah kompleks, membuka peluang eksplorasi ilmiah berkembang di area yang sebelumnya diperkirakan mustahil.

AI tidak hanya mempercepat  proses dalam penelitian ilmiah, tetapi juga membantu mendorong hadirnya temuan ilmiah terbaru. Dalam tiga tahun mendatang, diharapkan AI dapat diaplikasikan secara luas dalam proses penelitian sains dan digunakan sebagai alat produksi dalam beberapa ilmu pengetahuan dasar.

3. Silicon Photonic Chips


Karena ukuran transistor mengalami keterbatasan dalam fisik, kecepatan pengembangan cip elektronik tidak dapat lagi memenuhi peningkatan aliran permintaan data yang didorong oleh perkembangan kinerja komputasi tingkat tinggi.

Tidak seperti cip elektronik, silicon photonic cip menggunakan foton sebagai pengganti elektron untuk mengirimkan data. Foton tidak berinteraksi secara langsung satu sama lain namun dapat menempuh jarak yang lebih jauh, dan oleh karena itu silicon photonic chip dapat memberikan kepadatan komputasi tingkat tinggi dan efisiensi energi yang lebih tinggi.

Berkembangnya cloud computing dan AI mendorong perkembangan pesat teknologi silicon photonic. Dalam tiga tahun ke depan, diharapkan penggunaan silicon photonic chip dalam transmisi data berkecepatan tinggi di pusat data berskala besar, makin meluas.

 
4. AI untuk Energi Terbarukan


Semakin pesatnya perkembangan teknologi energi terbarukan seperti tenaga angin dan tenaga surya dalam beberapa tahun belakangan melatarbelakangi semakin menariknya pemanfaatan energi terbarukan sebagai sumber energi untuk ditambahkan ke sumber tenaga jaringan listrik.

Pengimplementasian AI dalam industri ini sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan otomatisasi sistem tenaga listrik, memaksimalkan penggunaan sumber daya dan menjaga stabilitas. Ini akan selaras pada misi untuk mencapai target netralitas karbon.

Dalam tiga tahun ke depan, AI diharapkan dapat membuka peluang dalam pengintegrasian sumber energi terbarukan ke dalam jaringan listrik dan berkontribusi pada pengoperasian jaringan listrik yang aman, efisien, dan andal.


5. High-precision Medicine


Kedokteran adalah salah satu bidang yang sangat bergantung pada keahlian seseorang yang seringkali masih didominasi percobaan dan kesalahan dalam prakteknya, sehingga besar kemungkinan akan ada perbedaan kemanjuran dari pasien ke pasien.

Konvergensi AI dan precision medicine diharapkan dapat mempercepat pengintegrasian keahlian dan teknologi diagnosa terbaru yang berperan sebagai pedoman tingkat presisi paling tinggi untuk kedokteran klinis.

Dalam tiga tahun ke depan, diharapkan people-centric precision medicine menjadi tren utama yang akan menjangkau berbagai bidang perawatan kesehatan, termasuk pencegahan penyakit, diagnosis, dan pengobatan.

6. Komputasi yang Menjaga Privasi


Setelah sekian lama, penerapan komputasi untuk menjaga privasi dibatasi dalam cakupan komputasi skala kecil karena persoalan hambatan kinerja, kurangnya keyakinan pada teknologi yang sudah ada, dan masalah standarisasi.

Namun, karena semakin banyak teknologi terintegrasi, seperti chip khusus, algoritma kriptografi, whitebox implementation, dan kepercayaan data, terus berkembang komputasi yang memperkuat privasi akan diimplementasikan dalam beberapa skenario, seperti pemrosesan data dalam jumlah besar dan mengintegrasikan data dari semua domain, yang merupakan kemajuan yang dibuat dari pemrosesan sejumlah kecil data dan data dari domain pribadi.

Pengadopasian akan meningkatkan produktivitas jenis baru yang didukung oleh data dari semua domain. Dalam tiga tahun ke depan, diharapkan adanya peningkatan dalam terobosan kinerja dan interpretasi komputasi yang menjaga privasi, serta munculnya entitas data trust yang menyediakan layanan berbagi data berdasarkan teknologi.

7. Extended Reality (XR)


Perkembangan teknologi seperti komputasi cloud-edge, komunikasi jaringan, dan digital twins mendorong XR mengalami perkembangan yang pesat. Kacamata XR dipercaya dapat menghadirkan mixed internet reality yang imersif menjadi kenyataan.

Teknologi ini menjadi dasar kokoh yang akan tumbuh menjadi ekosistem industri baru yang mencakup komponen elektronik, perangkat, sistem operasi, dan beragam aplikasi. XR akan membentuk kembali aplikasi digital dan merevolusi cara orang berinteraksi dengan teknologi dalam skenario seperti hiburan, jejaring sosial, kantor, belanja, pendidikan, dan perawatan kesehatan.

Dalam tiga tahun ke depan, generasi baru kacamata XR yang memiliki tampilan dan nuansa yang sama dengan kacamata biasa, memasuki pasar dan berfungsi sebagai pintu masuk ke perkembangan generasi Internet berikutnya.

 
8. Perceptive Soft Robotic


Tidak seperti robot konvensional pada umumnya, perceptive soft robotic adalah robot dengan tubuh yang fleksibel secara fisik dan kepekaan yang mengalami peningkatan pada tekanan, penglihatan, dan suara.

Robot-robot ini memanfaatkan teknologi canggih seperti fleksibel pada elektronika, materi tubuh yang bebas tekanan, dan AI, yang memungkinkan robot-robot itu melakukan aktivitas khusus dan kompleks serta melakukan penyesuain bentuk agar adaptif dengan lingkungan fisik yang berbeda.

Dalam lima tahun ke depan, perceptive soft robotic akan menggantikan robot konvensional di industri manufaktur dan membuka jalan bagi penggunaan service robot yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.


9. Komputasi yang Terintegrasi dengan Satelit-terestrial


Jaringan terestrial dan sistem komputasi menyediakan layanan digital untuk daerah padat penduduk, sementara tidak ada layanan yang tersedia di daerah jarang penduduk seperti gurun, laut, dan luar angkasa.

STC menghubungkan satelit high-Earth orbit (HEO) dan low-Earth orbit (LEO) dan jaringan komunikasi seluler terestrial, demi menghasilkan cakupan jaringan yang mulus dan multidimensi. STC juga menciptakan sistem komputasi yang mengintegrasikan satelit, jaringan satelit, sistem komunikasi terestrial, dan teknologi komputasi awan.

Dengan beragam pilihan ini, layanan digital dapat lebih mudah diakses dan inklusif di seluruh dunia. Dalam lima tahun ke depan, satelit dan sistem terestrial akan berfungsi sebagai computing node untuk membentuk sistem jaringan terintegrasi yang menyediakan konektivitas di mana-mana.


10. Co-Evolution Model AI Skala Besar dan Kecil


Model pra-pelatihan skala besar, juga dikenal sebagai model utama, merupakan terobosan teknik mendasar dari Weak AI ke General AI, yang secara relatif meningkatkan kinerja berbagai aplikasi menggunakan deep learning konvensional.

Namun, keunggulan pada kinerja tingkat tinggi dan kekurangannya pada konsumsi daya yang tidak seimbang, membatasi eksplorasi model skala besar.

Di masa depan, model AI bergeser dari skalabilitas pada model dasar ke co-evolution model berskala besar dan kecil melalui cloud, edge, dan perangkat, yang lebih berguna dalam penggunaannya.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id