Fintech Lending Salurkan Rp262 Miliar Dana PEN

    Husen Miftahudin - 17 Februari 2021 21:32 WIB
    <i>Fintech Lending</i> Salurkan Rp262 Miliar Dana PEN
    Ilustrasi dana penyaluran PEN. Foto : AFP.



    Jakarta: Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Munawar Kasan menyebutkan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang disalurkan industri fintech penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi (peer to peer/P2P lending) hingga Desember 2020 mencapai Rp262,16 miliar.

    "Jadi ada 48.629 rekening pinjaman penyaluran PEN, kerja sama antara platform-platform  P2P yang ada di bawah kewenangan OJK. Tentu saja semuanya adalah P2P yang resmi," ujar Munawar dalam sebuah diskusi virtual, Rabu, 17 Februari 2021.






    Selain menyalurkan dana PEN, industri fintech P2P lending juga menjalankan amanat OJK terkait restrukturisasi pinjaman. Terkait hal ini Munawar menegaskan bahwa restrukturisasi kredit yang dilakukan fintech P2P lending dengan perbankan memiliki perbedaan yang mendasar.

    Restrukturisasi kredit di industri perbankan dilakukan oleh lembaga yang mengeluarkan kredit tersebut, seperti bank dan multifinance. Sedangkan restrukturisasi kredit di industri fintech P2P lending dilakukan atas ketersediaan pemberi pinjaman (lender).

    "Restrukturisasi di industri fintech P2P lending, yang punya kewenangan merestrukturisasi adalah lender-nya atau yang memberikan pinjaman. Jadi platform-nya hanya memfasilitasi," ungkapnya.

    Guna menjalankan amanat restrukturisasi tersebut, OJK meminta kepada platform-platform fintech P2P lending untuk memfasilitasi. Dalam hal ini, penyelenggara platform menghubungi pemberi pinjaman untuk menanyakan ketersediaan restrukturisasi yang dimohonkan peminjam.

    "Fasilitasinya mohon platform P2P lending tersebut untuk menghubungi lender-nya, yang memberikan pinjaman, supaya bersedia untuk melakukan restrukturisasi. karena memang di dalam transaksi P2P kan antara lender dan borrower, dan P2P ini hanya sebagai platform," jelas Munawar.

    Adapun total outstanding restrukturisasi pinjaman di industri fintech P2P lending sebesar Rp711,65 miliar dengan total 302 ribu kontrak. Mengutip data Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), restrukturisasi kredit di industri tersebut terealisasi sebanyak 95,72 persen dari total nilai pinjaman yang diajukan keringanan.

    "Berarti hampir 96 persen ini berhasil direstrukturisasi. Tentu saja ini kami sangat senang meskipun tidak semuanya karena masih ada yang belum berhasil. Tapi tentu saja ini adalah kontribusi dari p2p dan juga kerelaan dari lender," tutup Munawar.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id