Penggunaan Aplikasi Digital Masif, Standar Keamanan Jadi Penting

    Eko Nordiansyah - 09 Oktober 2020 19:13 WIB
    Penggunaan Aplikasi Digital Masif, Standar Keamanan Jadi Penting
    Ilustrasi aplikasi Gojek Indonesia - - Foto: MI/ Ramdani
    Jakarta: Penggunaan aplikasi digital semakin masif di tengah pandemi covid-19. Hal ini tercermin dari Survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB-UI) yang mendapati 46 persen konsumen kerap menggunakan aplikasi Gojek.

    Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi mengatakan sebanyak 93 persen konsumen yang disurvei dalam riset tersebut mengakui jika aplikasi Gojek memiliki standar keamanan yang lebih baik. Bahkan dibandingkan dengan standar keamanan yang diterapkan industri.

    "Selama pandemi konsumen semakin bergantung pada layanan digital tradisional, seperti pemesanan makanan, pengiriman barang, dan pembayaran digital," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 9 Oktober 2020.

    Sebagai aplikasi on-demand yang paling banyak digunakan oleh konsumen di Indonesia, sebanyak 80 persen konsumen percaya jika Gojek menyediakan layanan yang bersih atau higienis dan aman dari risiko covid-19. Di mana aspek tersebut merupakan salah satu poin penting dalam pemilihan layanan oleh konsumen.

    "Selain itu terjadi peningkatan penggunaan layanan digital yang sebelumnya belum banyak digunakan oleh konsumen seperti layanan kesehatan melalui GoMed, dan amal melalui GoGive. Keberadaan platform digital seperti Gojek membantu konsumen untuk beradaptasi, dan menjaga produktivitas dalam situasi pandemi yang penuh ketidakpastian," jelas dia.

    Survei yang berfokus pada perilaku transaksi digital konsumen melalui aplikasi Gojek, serta persepsi konsumen terhadap inovasi fitur teknologi Gojek selama pandemi covid-19 ini melibatkan 4.199 orang responden. Survei dilakukan selama September 2020 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei mandiri yang disebarkan secara daring.

    "Selain itu, sebanyak 86 persen konsumen yang disurvei juga mengaku sangat terbantu oleh aplikasi Gojek dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru dan tetap produktif selama pandemi covid-19," ungkapnya.

    Survei itu juga mencatat adanya peningkatan penggunaan berbagai fitur layanan dalam ekosistem Gojek dibandingkan jumlah transaksi yang tercatat sebelum pandemi. Sebanyak 65 persen konsumen mengaku lebih sering menggunakan layanan GoFood, diikuti layanan GoPay sebanyak 68 persen, Paylater 57 persen dan GoSend 36 persen.

    Kemudian, rata-rata pengeluaran konsumen per bulan untuk layanan belanja kebutuhan sehari-hari juga meningkat sebagaimana ditunjukkan pada layanan GoMart 44 persen dan pemesanan makanan lewat GoFood 26 persen sehingga secara keseluruhan jumlah saldo GoPay yang digunakan oleh konsumen per bulan meningkat delapan persen.

    "Persepsi konsumen yang positif terhadap aplikasi digital yang membantu mereka selama pandemi akan membuat mereka semakin loyal terhadap platform tersebut. Apalagi dengan mayoritas konsumen, 90 persen menganggap kualitas hidupnya lebih baik dengan adanya Gojek, maka 94 persen konsumen mengakui akan tetap menggunakan aplikasi Gojek dan tidak beralih ke aplikasi lainnya dan 96 persen konsumen setuju untuk merekomendasikan Gojek kepada teman serta kerabat mereka," pungkas dia.  


    (Des)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id