Menristek: Inovasi DIgital Adalah Masa Depan Ekonomi Indonesia

    Rendy Renuki H - 05 April 2021 19:54 WIB
    Menristek: Inovasi DIgital Adalah Masa Depan Ekonomi Indonesia
    Menristek Bambang Brodjonegoro (tangkapan layar Youtube)



    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro mengatakan inovasi digital adalah masa depan ekonomi Indonesia. Hal ini berkaitan dengan target pemerintah yang menginginkan pada 2045 mendatang.

    Dia berharap Indonesia telah lepas dari jebakan pendapatan kelas menengah atas, dan beranjak menjadi negara maju dengan pendapatan rata-rata yang tinggi.






    "Untuk menuju ke sana jelas bukan satu hal yang mudah. Diperlukan perubahan mindset mendasar yang selama ini masih mengandalkan kegiatan ekonomi berbasis natural resources menjadi berbasis innovation. Artinya inovasi harus menjadi arus utama dalam setiap kegiatan ekonomi Indonesia ke depan," ujarnya pada acara penghargaan Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2021, Senin 5 April 2021.

    Menurutnya, saat ini Indonesia masih berada di peringkat 85 dari daftar 165 negara yang masih dalam Global Innovation Index 2020 lalu.

    Peringkat tersebut cukup jauh di bawah beberapa negara tetangga, seperti Thailand (peringkat 44), Malaysia (peringkat 33) dan Singapura yang malah masuk peringkat 10 besar, tepatnya berada di peringkat delapan. 

    "Setidaknya ada tiga faktor utama yang membuat kita tertinggal. Pertama soal institusi. Masih banyak institusi kita yang belum mampu mendorong dan ramah terhadap terciptanya inovasi di lembaga itu sendiri," keluh Bambang.

    Sedangkan faktor kedua, disebut Bambang, adalah faktor kapital dan sumber daya manusia (SDM). Bagaimana pun untuk menciptakan sebuah inovasi yang hebat membutuhkan SDM yang andal dan mumpuni di bidangnya masing-masing.

    Selain itu, daya dukung dari tersedianya lembaga-lembaga riset juga turut membantu mengatasi kelemahan di faktor SDM ini.

    "Sedangkan yang ketiga adalah jenis bisnis kita yang masih belum sophisticated. Aktivitas-aktivitas bisnis yang ada masih sangat sederhana, yang mengandalkan praktis dasar jual beli atau assembling (perakitan)," ungkapnya.
     
    "Berbeda misalnya dengan bisnis handphone, yang fitur-fitur barunya tidak akan pernah tercipta tanpa adanya inovasi dan riset yang kuat di belakangnya," papar Bambang.

    Berkaca pada kelemahan faktor ketiga tersebut, Bambang mengucapkan selamat kepada para pemenang Indonesia Digital Innovation Awards (IDIA) 2021 karena terbukti lini dan kegiatan bisnisnya telah berhasil menciptakan sebuah inovasi yang layak diandalkan.

    Dengan begitu, perusahaan para pemenang IDIA 2021 disebut Bambang setidaknya telah satu langkah lebih maju dalam menjemput masa depan lebih baik dibanding para kompetitornya.

    "Ini bekal yang tentunya sangat penting dan bermanfaat untuk perusahaan Bapak-Ibu menatap masa depan bisnis di masa mendatang. Saya mengucapkan selamat dan turut senang atas capaian tersebut," tegas Bambang.

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id