OJK: Aktivitas Bisnis Kresna Asset Management dan Kresna Life Normal

    Husen Miftahudin - 13 Februari 2020 19:07 WIB
    OJK: Aktivitas Bisnis Kresna Asset Management dan Kresna Life Normal
    Ilustrasi - - Foto: Medcom
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan aktivitas bisnis PT Kresna Asset Management (KAM) dan PT Kresna Lite masih berjalan normal. Kabar pemblokiran rekening efek terhadap produk reksa dana yang diterbitkan perusahaan manajemen investasi itu tidak terkait dengan penelusuran kasus korupsi di Jiwasraya oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

    "Pemberitaan yang berkaitan tentang Kresna Asset Management dan Kresna Life, dengan ini disampaikan bahwa sementara ini masih berjalan normal. Tidak terkait dengan upaya penelusuran aset atau rekening oleh pihak Kejaksaan Agung," tegas Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

    Kejagung sebelumnya memerintahkan 800 rekening efek diblokir untuk mempermudah penelusuran kasus korupsi di Jiwasraya. Semua rekening efek yang diblokir diperoleh dari 137 perusahaan.

    Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan semua rekening yang telah diblokir akan dipisahkan. Hal tersebut untuk mempermudah penelusuran kasus korupsi di Jiwasraya.

    "Yang diblokir pasti ada dasar keterkaitan, tapi di dalam itu ada beberapa rekening yang banyak diblokir. Nah ini yang harus dipisahkan satu per satu, mana transaksi yang terkait langsung di tindak pidana atau yang tidak terkait tindak pidana," ujar Febrie.

    Menurutnya, semua rekening saham yang diblokir didasari adanya keterkaitan saat terjadi investasi dari Jiwasraya ke beberapa saham maupun reksa dana. Namun pemblokiran yang dilakukan itu sangat teknis, agar proses penyelidikan kasus korupsi di Jiwasraya bisa terbuka terang.

    "Ini karena pemblokiran sangat teknis, yang diblokir itu sifatnya single investor identification (SID) sehingga melibatkan beberapa rekening yang harus diurut satu persatu," jelas dia.

    Sementara itu, pakar asuransi Hotbonar Sinaga mengatakan pemblokiran ratusan rekening efek dari beberapa perusahaan sekuritas dan asuransi akan memiliki dampak serius. Pemblokiran juga akan menimbulkan keresahan di masyarakat.

    Maka dari itu, Hotbonar meminta pemerintah untuk menyikapi masalah tersebut dengan serius. Hal ini agar bisa menghindari semua dampak buruk yang bisa saja terjadi.

    "Nasabah kalau terus didiamkan terlalu lama kan kasihan juga. Hal ini juga akan memicu risiko sistemik," ucap Hotbonar.

    Hotbonar mengatakan, Kejagung seharusnya sudah bisa membuka rekening nasabah yang tidak ada sangkut pautnya dengan kasus korupsi yang saat ini sedang terjadi. "Perusahaan sekuritas dan asuransi harus segara berdiskusi dengan OJK mengenai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan," harap dia.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id