Rupiah Pagi Digilas Dolar AS

    Angga Bratadharma - 08 Januari 2020 09:01 WIB
    Rupiah Pagi Digilas Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat terpental ke zona merah dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.878 per USD. Mata uang Paman Sam kembali perkasa dan menghantam mata uang Garuda usai ketegangan geopolitik mereda.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 8 Januari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke Rp13.915 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.915 hingga Rp13.937 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.727 per USD.

    Di sisi lain, kurs dolar Amerika Serikat terlihat menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena kekhawatiran investor terhadap ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda. Meski demikian, tetap ada risiko bahwa ketegangan tersebut bisa kembali memanas.

    Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,35 persen pada 97,0047 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1145 dari USD1,1190 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3120 dari USD1,3163 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia jatuh ke USD0,6869 dibandingkan dengan USD0,6933. Dolar AS membeli 108,52 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 108,44 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9708 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9687 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3003 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2965 dolar Kanada.

    Amerika Serikat membunuh Mayor Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran Quds, dalam serangan udara di Baghdad pada Jumat lalu, meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut. USD melemah segera setelah itu karena investor berbondong-bondong ke mata uang safe-haven tradisional seperti yen Jepang dan franc Swiss.

    Sementara itu, data sektor non-manufaktur AS yang lebih baik dari perkiraan mengangkat USD. Indeks non-manufaktur AS naik menjadi 55 persen pada Desember dari pembacaan November di posisi 53,9 persen, menurut Institute for Supply Management. Angka di atas 50 persen dipandang positif bagi perekonomian.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena Wall Street menimbang risiko geopolitik yang muncul usai serangan udara yang dilakukan AS terhadap seorang Jenderal Iran pada minggu lalu.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 119,70 poin atau 0,42 persen menjadi 28.583,68. Sedangkan S&P 500 turun 9,10 poin atau 0,28 persen menjadi 3.237,18. Indeks Komposit Nasdaq turun 2,88 poin atau 0,03 persen menjadi 9.068,58.

    Seluruh 11 sektor utama S&P 500 berubah negatif pada penutupan, dengan real estat dan konsumen turun masing-masing 1,19 persen dan 0,73 persen, memimpin penurunan. Di sisi data, Departemen Perdagangan melaporkan, pesanan pabrik AS turun 0,7 persen pada November untuk menandai penurunan ketiga dalam empat bulan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id