Rupiah Pagi Pamer Kekuatan di Rp14.117/USD

    Angga Bratadharma - 03 Desember 2019 09:02 WIB
    Rupiah Pagi Pamer Kekuatan di Rp14.117/USD
    Ilustrasi. MI/ATET DWI PRAMADIA
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.125 per USD. Mata uang Garuda sukses perkasa terhadap mata uang Paman Sam di tengah tingginya inflasi pada November 2019 yakni di angka 0,14 persen.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 3 Desember 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp14.117 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.117 hingga Rp14.125 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), tertekan oleh data manufaktur Amerika Serikat yang suram. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan dengan Tiongkok turut memberikan beban.

    Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,42 persen menjadi 97,8602 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1076 dari USD1,1017 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2942 dari USD1,2933 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia naik menjadi USD0,6820 dibandingkan dengan USD0,6764. Dolar AS dibeli 108,96 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 109,46 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9914 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9999 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3297 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3273 dolar Kanada.

    Sektor manufaktur AS terus menurun pada bulan lalu di tengah data persediaan dan pesanan baru yang lemah, laporan yang dirilis oleh lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan.

    Menurut laporan tersebut, indeks pembelian manajer (PMI) sektor manufaktur Amerika Serikat turun menjadi 48,1 persen pada November dari angka Oktober di 48,3 persen. Para ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan indeks akan mencatat pembacaan 49,2 persen. Angka di bawah 50 persen yang mewakili keadaan kontraksi.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), di hari perdagangan pertama Desember. Pelemahan terjadi karena investor mencerna data ekonomi terbaru, termasuk perkembangan baru negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 268,37 poin atau 0,96 persen menjadi 27.783,04. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 27,11 poin atau 0,86 persen menjadi 3.113,87. Indeks Komposit Nasdaq turun 97,48 poin atau 1,12 persen menjadi 8.567,99.

    Sebagian besar dari 30 komponen Dow Jones diperdagangkan di wilayah merah, dengan Boeing dan American Express masing-masing turun tiga persen dan 2,38 persen, memimpin penghambat. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram. Sektor real estat kehilangan 1,75 persen, menjadi pecundang terbesar.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id