Gelar Rights Issue, BRI Agro Incar Naik ke BUKU 3

    Media Indonesia - 22 Agustus 2019 13:02 WIB
    Gelar <i>Rights Issue</i>, BRI Agro Incar Naik ke BUKU 3
    Ilustrasi BRI Agro. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
    Jakarta: PT Bank BRI Agroniaga Tbk (AGRO) mengincar modal perseroan naik ke bank umum kelompok usaha (BUKU) 3 guna memperkuat posisi anak perusahaan BRI itu di persaingan perbankan Tanah Air.

    Langkah itu diwujudkan dengan melakukan penambahan modal dengan mekanisme rights issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) pada September 2019.

    Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto mengatakan pihaknya berharap dapat meraih dana hingga Rp700 miliar dari aksi tersebut.

    "Saat ini kami memiliki modal sekitar Rp4,45 triliun. Dengan bertambahnya modal kami dapat memperbesar kapasitas bisnis dan lebih baik melayani nasabah," kata Agus di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Tambahan modal itu sebagian akan dipergunakan untuk memperbaiki infrastruktur IT perusahaan guna mendukung rencana perseroan masuk pada layanan digital.

    Sebagai informasi, Bank BRI Agro memiliki aplikasi Pinang yang dapat menjadi saluran bagi nasabah BRI dan BRI Agro untuk memperoleh pinjaman secara online.

    Jumlah pinjaman yang dapat diperoleh nasabah melalui aplikasi Pinang ini berkisar Rp500 ribu hingga Rp20 juta dengan bunga 1,24 persen flat per bulan dan jangka waktu satu hingga 12 bulan.

    "Saat ini jumlah pinjaman yang ada melalui Pinang telah mencapai Rp6 miliar dalam dua bulan terakhir. Kami optimistis jumlahnya segera naik cepat seiring peningkatan kemampuan IT dan sumber daya kami," ujarnya.

    Dalam aksi korporasi kali ini, BRI sebagai induk tidak akan menggunakan haknya. Dengan begitu, kepemilikan saham bank terbesar di Indonesia itu akan terdelusi menjadi sekitar 76,35 persen dari saat ini 87,10 persen.

    Agus belum mengumumkan harga pelaksanaan. Namun, dia menyebutkan harganya akan sangat kompetitif dan menarik untuk pasar. Pada Desember 2018, harga saham AGRO Rp310 per lembar, kemudian mencapai Rp372 pada 2 Agustus 2019, dan pada akhir Maret 2019 Rp320.

    Bank BRI Agro tercatat sebagai anak usaha BRI yang paling banyak menyumbangkan laba pada kuartal II-2019.

    Berdasarkan data Bank BRI di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), BRI Agro mencatat kontribusi laba Rp78,29 miliar sepanjang kuartal II 2019. Jumlah itu melebihi laba enam anak usaha Bank BRI lain. Total kredit mencapai Rp17,58 triliun dengan porsi kredit agrobisnis 59 persen.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id