BEI: IHSG Sempat Terseret Isu Politik Dalam Negeri

    Annisa ayu artanti - 25 September 2019 17:54 WIB
    BEI: IHSG Sempat Terseret Isu Politik Dalam Negeri
    Ilustrasi. FOTO: dok MI.
    Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan demo dan memanasnya kondisi politik dalam negeri menjadi sentimen negatif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama tiga hari belakangan.

    Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan demikian lantaran saat ini kondisi pasar sedang minim sentimen positif. Yang ada justru kondisi kurang kondusif dari dalam negeri.

    "Orang lagi mencari katalis positif, namun kebetulan beritanya politik lagi kurang bagus. Mungkin penyebab utamanya boleh dibilang itu," kata Laksono di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 25 September 2019.

    Namun demikian, seharusnya saat ini pergerakan indeks sudah mulai berbalik ke arah positif. Hal itu disampaikan karena sudah ada kesepakatan mengenai penundaan revisi beberapa Undang-Undang yang diaspirasikan demonstran.

    Menurutnya, hal itu menandakan kondisi politik terkini sudah cenderung membaik.

    "Kami melihat indeks masih merah hari ini, tapi tidak parah banget. Jadi mungkin diharapkan dalam beberpaa hari ini kondisinya bisa lebh normal dalam arti sentimen politiknya kalau tidak berkelanjutan bisa balik lagi ke posisi yang lebih fundamental," jelas dia.

    Namun hingga akhir tahun, BEI tidak bisa memastikan pergerakan indeks akan mulus berada di level terbaik. Sebab, selain faktor domestik kondisi global sangat menentukan pergerakan indeks.

    "Tentunya sentimen global tidak membaik dalam arti kata kita baru dengar semalam Trump kemungkinan sedang jalan kan proses impeachment. Itu kan menimbulkan ketidakpastian lagi," ujar dia.

    "Ketidakpastian itu kebanyakan secara efek tidak terlalu positif buat pasar ekuitas," imbuh dia.

    Hari ini, IHSG ditutup menguat 0,14 persen ke level 6.146,40 setelah selama seharian bertengger di zona merah.

    Penguatan indeks didorong oleh penguatan sektor agri sebesar 0,82 persen, sektor infarstruktur sebesar 0,50 persen, sektor konsumer 0,41 persen dan sektor manufaktur sebesar 0,39 persen.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id