• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pasar Modal Lesu jadi Penyebab Jiwasraya Tunda Pembayaran Klaim

Husen Miftahudin - 11 Oktober 2018 20:49 wib
Illustrasi. MI/Adam.
Illustrasi. MI/Adam.

Jakarta: PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tengah menghadapi tekanan likuiditas. Alhasil, perusahaan asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menunda pembayaran polis jatuh tempo produk JS Proteksi Plan kepada sejumlah nasabah.

Pengamat asuransi Herris Simanjuntak menduga prediksi imbal hasil instrumen investasi milik Jiwasraya di pasar modal meleset. Ini mengingat kondisi pasar modal yang tengah lesu.

"Pada saat diinvestasikan di pasar modal, ternyata pasar modal kita lagi jeblok. Boro-boro return-nya lebih dari yang dijanjikan, malah menurut saya mungkin hasilnya di bawah itu," ujar Herris lewat sambungan telepon kepada Medcom.id, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Umumnya, jelas dia, perusahaan asuransi menginvestasikan premi ke beberapa instrumen, salah satunya di pasar modal. Hal tersebut agar imbal hasil investasi mampu menebus premi yang dibayarkan nasabah, termasuk imbal hasil asuransi yang dijanjikan.

"Nah, untuk mencapai itu kan hasil investasinya harus lebih tinggi dari yang dijanjikan ke nasabah. Kalau misalnya ke nasabahnya dijanjikan 10 persen, dia harus bisa menginvestasikan dengan hasil 14 persen sampai 15 persen," bebernya.

Sayangnya, Jiwasraya dinilai tak mampu mengelola premi dengan baik. Akibatnya, perusahaan asuransi pelat merah itu harus menombok.

"Misalnya dia janjikan 10 persen, tiba-tiba yang didapatkan hanya 8 persen, terpaksa dia nombok. Nomboknya bukan cuma ke nasabah karena ada biaya akuisisi, komisi, dan biaya-biaya kantor. Jadi ya jebol, itu risikonya," tukas Herris.

Pengamat asuransi lainnya, Irvan Rahardjo, juga punya pandangan serupa. Malah dia bilang, ada tiga penyebab Jiwasraya terpaksa menunda pembayaran klaim.

"Penyebabnya kombinasi antara lemahnya governance (tata kelola), kurangnya compliance (kepatuhan), dan sangat mungkin lemahnya atau cacat produk yang dijual," tukas Irvan.

Sebelumnya, beredar luas dokumen surat keterlambatan pembayaran Jiwasraya kepada sejumlah nasabah pemegang polis. Dalam surat pemberitahuan tersebut, keterlambatan pembayaran lantaran pemenuhan pendanaan masih dalam proses.

"Pembayaran klaim JS Proteksi Plan mengalami penundaan, dan atas hal tersebut kami menyampaikan permohonan maaf," tulis dokumen yang ditandangani Direktur Keuangan Jiwasraya Danang Suryono dan Direktur Pemasaran Jiwasraya Indra Widjaja.

Dalam dokumen itu pula, Jiwasraya menjanjikan bunga sebesar 5,75 persen per annum (netto) sebagai kompensasi keterlambatan pembayaran.

"Kami berharap proses pendanaan tersebut dapat segera kami selesaikan. Oleh karena itu, kami juga berharap para pemegang polis Jiwasraya dapat memahami kondisi tersebut dan tidak perlu khawatir," tutup surat bernomor 00668/Jiwasraya/K/1018.


(SAW)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.