Reksa Dana Saham Masih Menarik di 2019

    Fetry Wuryasti - 14 Februari 2019 14:57 WIB
    Reksa Dana Saham Masih Menarik di 2019
    IHSG. MI/Adam Dwi.
    Jakarta: Awal 2019 menjadi kabar baik bagi para investor karena ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mulai mereda. Hal ini mengurangi ketidakpastian arah pasar keuangan di 2018 lalu.

    Bank Commonwealth merekomendasikan reksa dana saham sebagai pilihan investasi jangka panjang dengan imbal hasil yang optimal ketimbang reksa dana lainnya.

    Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya memaparkan Januari 2019 lalu The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan Amerika Serikat di angka 2,25 hingga 2,50 persen, yang mengurangi kekhawatiran investor akan terlalu cepatnya kenaikan suku bunga Amerika Serikat.

    Selain itu, investor juga memiliki keyakinan bahwa perang dagang antara AS dan Tiongkok dapat terselesaikan, yang meredakan ketegangan mengenai ketidakpastian pasar keuangan global selama 2018.

    Sebagai respons atas kebijakan The Fed tersebut, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Indonesia di level enam persen.

    "Selain itu, prediksi mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi global di 2019, cenderung menjadi sentimen yang cukup baik bagi emerging market, karena walaupun pertumbuhan developing market diprediksi akan melambat tetapi pertumbuhan emerging market diperkirakan akan tetap stabil dan cenderung membaik," kata Ivan Jaya dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 14 Februari 2019.

    Indonesia sebagai salah satu negara emerging market dengan fundamental yang kuat memberikan tingkat return dan risiko yang menarik untuk menjadi tujuan investasi para investor asing.

    Hal ini terlihat dari total dana asing yang tercatat net buy sebesar Rp11,31 triliun di pasar saham Indonesia sepanjang bulan Januari 2019. Di periode yang sama, penguatan mata uang Indonesia rupiah terhadap dolar AS mencapai 2,88 persen.

    Sementara dari sisi domestik, fundamental Indonesia yang kuat terlihat dari terjaganya nilai inflasi sepanjang 2018, tercatat sebesar 3,13 persen, yang menunjukkan kondisi perekonomian yang stabil.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id