• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pelemahan Rupiah hanya Sementara

Fetry Wuryasti - 06 Desember 2018 11:44 wib
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo. (FOTO:
Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Rupiah pada perdagangan kemarin ditutup terlemah se-Asia pada level Rp14.517,5 per USD. Namun hal ini dipandang oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo hal yang biasa, sebab trennya membaik.

Rupiah pada perdagangan Rabu, 5 Desember 2018 ditutup melemah 0,8 persen dari sebelumnya di level Rp14.402,5 per USD. Rupiah pada Kamis, 6 Desember 2018 dibuka melanjutkan pelemahan pada level Rp14.482,5 per USD. Pada pukul 09.10 JATS, rupiah kembali menyentuh di Rp14.500 per USD atau melemah lagi 0,68 persen.

Penguatan kurs rupiah jangka pendek selama dua minggu terakhir didorong portofolio inflow di equity. Sehingga wajar bila kurs akan naik turun menjelang akhir tahun karena aksi pelaku pasar sedang ambil untung atau profit taking.

"Trennya membaik. Jangka pendek kurs naik turun biasa. Ini profit taking," ujar Tiko dalam Market Outlook di Jakarta, Rabu malam, 5 Desember 2018.

Ada tiga faktor utama yang membuat kurs rupiah lebih stabil pertama defisit transaksi berjalan (CAD) yang akan membaik di akhir tahun akibat dari turunnya harga minyak dunia di beberapa hari lalu.

"Most likely CAD akan di bawah tiga persen untuk 2018," kata dia.

Kedua, dari sisi pertumbuhan kuartal keempat, kredit perbankan terakselerasi, dan GDP sekarang menguat. Sehingga memang dari sisi optimisme ekonomi juga semakin membaik. Harapannya sentimen inflow juga makin besar dalam jangka menengah. Kombinasi berbagai kebijakan pemerintah diharapkan bisa menekan CAD.

Kalau berekspektasi, rupiah bisa di level Rp14 ribu per USD di akhir tahun. Sebab beberapa analisa dari lembaga peneliti seperti Morgan Stanley dan JP Morgan mengatakan Indonesia sudah 'overweight'.

"Artinya semua memberikan sinyal Indonesia sekarang asetnya mulai secara harga bagus buat dibeli lagi. Investor biasanya akan bertahap. Mulai timing saja. Di bond reli sudah lumayan terlihat inflow mulai besar, di equity akan menyusul," jelasnya.

Harapan untuk rupiah bisa menyentuh Rp13.500 per USD seperti yang sempat dikatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya, dilihat Tiko, mungkin bisa terealisasi setelah periode Pemilu, bila sesuai ekspektasi pasar.

"Tapi juga harus hati-hati. Ini semua di-drive oleh portofolio. Reformasi ekonomi yang mendorong ekspor dan FDI juga harus tetap berjalan. Pembalikan portofolio masuk lagi dan rupiah menguat agenda jangan membuat reformasi berhenti. Kebijakan B20 dan B30 bisa membuat peningkatan penggunaan CPO dan menekan konsumsi minyak mentah. Lalu kebijakan OSS agar investasi langsung asing (FDI) masuk, serta penguatan pariwisata. Reformasi struktural tidak boleh berhenti," tukas Tiko.


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.