BEI: Pasar Modal Rumah bagi UKM

    Ilham wibowo - 08 Januari 2020 15:14 WIB
    BEI: Pasar Modal Rumah bagi UKM
    Ilustrasi. Foto : MI/ROMMY PUJIANTO.
    Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengajak para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk memanfaatkan pendanaan di pasar modal. Dukungan regulasi saat ini memungkinkan perusahaan rintisan bisa naik level secara berkelanjutan.

    Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menuturkan bahwa pelaku UKM juga dapat tumbuh berkembang di pasar saham melalui fasilitas IDX Incubator yang telah dibentuk sejak April 2017. Beragam program pendampingan diberikan agar UKM bisa masuk papan akselerasi di bursa.

    "Kami sudah memperlihatkan pada masyarakat Indonesia, bursa bukan hanya tempat perusahaan besar tumbuh, tapi Kami menyediakan kesempatan yang sama dam ini rumah untuk bisa tumbuh bersama-sama dengan investor," ujar Nyoman di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu, 8 Januari 2020.

    Nyoman memaparkan IDX Incubator hadir guna mendukung perusahaan rintisan untuk membangun bisnis dengan pelatihan, dan akses kepada investor maupun perusahaan tercatat. Fasilitas ini hanya satu dari sekian banyak fasilitas pengembangan UKM yang bisa dimanfaatkan dan akhirnya tercatat di pasar modal.

    "Bursa mengakomodasi UKM untuk utilisasi pasar modal dengan IDX Incubator. Tapi tidak itu saja, teman-teman yang ada di luar yang sudah di-grooming di luar silakan masuk bursa," ungkapnya.

    BEI saat ini telah mengadopsi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017 tentang Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Perusahaan Tercatat Dengan Aset Skala Kecil Atau Perusahaan Tercatat Dengan Aset Skala Menengah dan belum dapat memenuhi persyaratan di Papan Pengembangan.

    Peraturan tersebut mengatur tentang klasifikasi perusahaan aset skala kecil dan menengah, termasuk batasan pendanaan modal perusahaan. Perusahaan dengan aset skala kecil adalah yang memiliki aset tidak lebih dari Rp50 miliar, sedangkan perusahaan skala menengah memiliki aset lebih dari Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar.

    BEI juga telah memberlakukan peraturan pencatatan baru untuk perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah yang ingin menjadi perusahaan tercatat di BEI, yakni Peraturan Nomor I-V. Beleid yang mulai berlaku sejak 22 Juli 2019 ini berisikan ketentuan khusus pencatatan saham di Papan Akselerasi. Sebelumnya, papan pencatatan bursa hanya dibagi dua, yaitu Papan Utama dan Papan Pengembangan.

    Nyoman menekankan bahwa ketentuan tersebut sebagai kemudahan sekaligus jaminan pelayanan dan perlindungan kepada investor pasar modal. Saat ini papan pencatatan antara perusahaan yang baru bertumbuh dan perusahaan besar telah dipisahkan.

    "Yang suka jadi pertanyaan, kenapa papannya ditempatkan berbeda, itu karena karateristiknya juga berbeda dan kami wajib lindungi investor. Jadi investor tahu dia masuk ke dalam basket yang mana," tuturnya.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id