Hutama Karya Sekuritisasi Aset Tol Priok Rp4,5 Triliun Danai Trans Sumatera

    Desi Angriani - 27 Desember 2017 20:24 WIB
    Hutama Karya Sekuritisasi Aset Tol Priok Rp4,5 Triliun Danai Trans Sumatera
    Direktur Utama Hutama Karya Gusti Ngurah Putra. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
    Jakarta: PT Hutama Karya (Persero) segera melakukan sekuritisasi aset tol akses Tanjung Priok dengan estimasi dana Rp4,5 triliun. Dana segar tersebut akan digunakan untuk membiayai pengerjaan proyek tol Trans-Sumatera yakni ruas Pekanbaru-Dumai di Riau.

    Direktur Utama Hutama Karya Gusti Ngurah Putra mengatakan dana sekuritisasi aset tersebut tak mencukupi pendanaan ruas tol Pekanbaru-Dumai lantaran porsi ekuitasnya mencapai Rp7,5 triliun.

    "Diperkirakan akan dapat dana Rp4,5 triliun sedangkan porsi ekuitas diperlukan Rp7,5 triliun,  Jadi kurang Rp3 triliun," ucap Putra di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu, 27 Desember 2017.

    Putra mengungkapkan, sisa porsi pendanaan sebesar Rp3 triliun akan dicari setelah perseroan melakukan konstruksi pembangunan tol. Dia berharap pemerintah dapat mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk menutupi kekurangan dana tersebut.

    "Kita berharap pemerintah mengalokasikan PMN karena aset HK sudah habis seperti JOR S, skema yang lain pemerintah harus usulkan," imbuh dia.

    Adapun pendanaan tol Pekanbaru-Dumai ditargetkan tercapai pada kuartal I-2018. Sementara tol akses Tanjung Priok baru dibuka pada pertengahan Januari lantaran terkendala penyesuaian tarif tol terbaru.

    "Memang tolnya belum dibuka karena penyesuaian tarif  kemungkinan pertengahan Januari selesai," imbuh dia.

    Berdasarkan data PT HK, progres penyediaan lahan secara keseluruhan untuk ruas tersebut mencapai 21,63 persen atau 28,12 kilometer (km) dari total panjang 131 km.

    Pada Seksi I dari Pekanbaru ke Minas, Kabupaten Siak, mencapai sembilan km. Lahan yang sudah bisa digunakan 25,42 hektare (ha) atau setara dengan 2,90 km, dari total kebutuhan lahan 86,67 ha.

    Kemudian, pada Seksi II dari Minas ke Petapahan rencananya sepanjang 24 km. Lahan yang telah dibebaskan mencapai 81,79 ha, atau setara 7,7 km dari total lahan 269,43 ha. Pada Seksi III dari Petapahan ke Kandis sepanjang 17 km, dibutuhkan lahan 144,22 ha, dan kini baru 121,85 ha atau setara 15,70 km yang sudah dibebaskan.

    Sementara Seksi IV dari Kandis ke Duri Selatan sepanjang 26 km belum ada pembebasan lahan yang terealisasi. Saat ini tim pengadaan lahan sedang melakukan inventarisasi 215 bidang tanah seluas 209,30 ha untuk dibebaskan.

    Kondisi yang sama juga terjadi pada Seksi V dari Duri Selatan ke Duri Utara sepanjang 28 km. Tim pengadaan lahan masih melakukan inventarisasi terhadap 93 bidang tanah seluas 266,30 ha. Sementara itu, pada Seksi VI dari Duri Utara ke Dumai sepanjang 25 km, dibutuhkan lahan 123,54 ha, namun pembebasan lahan baru 1,85 km atau sekitar 10,53 ha.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id