OCBC NISP Siapkan Rp500 Juta buat Buyback Saham

    Husen Miftahudin - 09 April 2019 19:59 WIB
    OCBC NISP Siapkan Rp500 Juta buat <i>Buyback</i> Saham
    Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja (tengah) dalam konferensi pers RUPST di Menara OCBC NISP, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 9 April 2019.Medcom/Husen M.
    Jakarta: Bank OCBC NISP menyiapkan dana maksimum sebanyak Rp500 juta untuk membeli kembali (buyback) 0,002 persen saham perusahaan. Langkah tersebut dilakukan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

    "Di RUPST telah memutuskan bank akan buyback saham sebesar 364 ribu lembar saham atau sebesar 0,002 persen dari saham yang telah disetor dengan budget sebesar maksimum Rp500 juta," kata Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam konferensi pers RUPST di Menara OCBC NISP, Jalan Prof Dr Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, 9 April 2019.

    Aksi korporasi buyback sebagian saham perseroan, jelas Parwati, akan dilaksanakan selambat-lambatnya 18 bulan sejak disetujui RUPST. Hal ini juga dilakukan untuk memberikan remunerasi yang bersifat variabel atas kinerja selama 2018.

    "Pembelian kembali saham perseroan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 45 Tahun 2015 (tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka," urainya.

    Selain buyback sebagian saham, RUPST Bank OCBC NISP juga memutuskan untuk menetapkan penggunaan laba bersih perseroan 2018 untuk memperkuat posisi permodalan perusahaan. Artinya, OCBC NISP kembali tidak akan membagikan dividen.

    "Upaya itu untuk permodalan, kita sudah 15 tahun tidak pernah membagikan dividen, memang tujuannya yang utama adalah untuk peningkatan usaha. Pertumuhan kami kan juga cukup cepat di atas rata-rata pertumbuhan industri," ungkap dia.

    Aksi itu, sambung Parwati, karena melihat posisi rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perusahaan tetap stabil di kisaran 17-18 persen. Pada akhir 2018, posisi CAR Bank OCBC NISP berada di level 17,6 persen.

    "Ini masih di bawah industri yang sudah mencapai sekitar 23-24 persenan, apalagi Bank BUKU III yang sudah mencapai 25 persen. Selain itu, kita juga mau mendukung pertumbuhan usaha agar terus membaik sehingga bisa membuat pertumbuhan menjadi lebih baik," tegas Parwati.

    Sepanjang 2018, Bank OCBC NISP berhasil menyalurkan kredit sebanyak Rp118 triliun atau naik 11 persen secara tahun ke tahun atau year on year (yoy). Kondisi itu mendorong kenaikan aset perseroan sebesar 13 persen menjadi Rp174 triliun pada akhir 2018.

    Sejalan dengan kredit, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh di level 11 persen yoy menjadi Rp126 triliun. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bruto perseroan juga terjaga di bawah rata-rata industri dengan posisi di akhir 2018 sebesar 1,7 persen.




    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id