• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 emiten    bei    pasar modal    ipo  

BEI: Perusahaan Tambang Belum Eksploitasi Bisa IPO Lebih Awal

Annisa ayu artanti - 11 Juli 2018 09:02 wib
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana memberikan kelonggaran aturan supaya perusahaan tambang yang belum masuk tahap eskploitasi bisa mencatatkan saham perdana atau melakukan Initial Public Offering (IPO) lebih awal di pasar modal di Indonesia. Dengan IPO, perusahaan diharapkan dapat memperkuat struktur pendanaan untuk tumbuh lebih maksimal.

Adapun aturan tersebut disusun untuk merealisasikan misi BEI untuk memacu jumlah perusahaan tercatat hingga tiga tahun mendatang. Pencapaian target dimaksud menjadi penting lantaran BEI berharap industri pasar modal bisa berkontribusi lebih besar guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia IGD Nyoman Yetna mengungkapkan pihaknya tengah menggodok aturan tersebut. "Ada peraturan baru yang mengakomodasi perusahaan tersebut," kata Nyoman, saat dihubungi Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 11 Juli 2018.



Ia menuturkan aturan itu akan mengakomodasi perusahaan-perusahaan plantation, pertambangan batu bara, serta minyak dan gas supaya dapat melantai di bursa lebih awal (early stage). "Kita targetkan tahun ini (diimplementasikan)," ucap Nyoman.

Adapun Nyoman sempat menyinggung rencana ini saat perkenalan direksi baru BEI beberapa waktu lalu. Ia mengaku akan memberikan keleluasaan kepada perusahaan tambang supaya bisa melantai lebih awal. Dirinya melihat banyak perusahaan tambang banyak membutuhkan pendanaan.

Melalui aturan ini, lanjutnya, akan memudahkan perusahaan memperoleh pendanaan. "Kita akan coba garap ini, belum membukukan pendapatan tapi punya potensi akan early stage," kata Nyoman.

Bursa menargetkan setiap tahun jumlah emiten yang tercatat mengalami peningkatan. Tahun ini bursa menargetkan 35 emiten dan tahun depan agak sedikit menurun karena ada tahun politik menjadi sekitar 25 sampai 30 emiten, dan di 2020 meningkat lagi sebanyak 40 emiten.

 


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.