IPO, Gunung Raja Paksi Bidik Dana Segar Rp1,11 Triliun

    Annisa ayu artanti - 03 September 2019 13:17 WIB
    IPO, Gunung Raja Paksi Bidik Dana Segar Rp1,11 Triliun
    Jajaran direksi Gunung Raja Paksi. FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: PT Gunung Raja Paksi Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan jumlah penawaran 1,238 miliar lembar saham dengan harga penawaran berkisar Rp825-Rp900 per saham.

    Dalam pemaparannya, perusahaan produsen lembaran baja ini telah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi saham. Dalam aksi ini perusahaan membidik dana segar sekitar Rp1,11 triliun.

    Direktur Utama Gunung Raja Paksi Alouisius Maseimilian mengatakan sekitar 99,52 persen dari dana yang diraih dari aksi IPO akan digunakan untuk pelunasan utang dan sekitar 0,48 persen sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

    "Kalau 99 persen untuk bayar utang, kalau kita lihat utang yang ada dari akuisisi (Gunung Garuda) dan biaya operasional," kata Alouisius di Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Selasa, 3 September 2019.

    Dia menyebutkan akuisisi Gunung Garuda meliputi akuisisi aset, akuisisi sparepart, dan operasional. Total nilai akuisisi pada kuartal I-2019 sebesar USD96 juta. Masih ada sekitar USD70 juta yang akan dibayarkan melalui dana hasil IPO.

    "Kita akan bayar utang USD70 juta," sebut Alousius.

    Dia menambahkan masa penawaran awal akan berlangsung pada 3-5 September 2019. Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan dapat diperoleh pada 10 September 2019 dan masa penawaran umum akan dijadwalkan pada 12, 13 dan 16 September 2019.

    Sedangkan, pencatatan perdana saham di BEI diperkirakan dapat dilaksanakan pada 19 September 2019.

    Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham, perusahaan akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan obligasi wajib konversi (OWK) yang akan jatuh tempo 30 September 2019. Saham konversi OWK sebanyak-banyaknya 1,68 miliar saham atau sebanyak-banyaknya Rp1,41 triliun.

    "Dengan dilaksanakannya konversi OWK bersamaan dengan terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam penawaran umum perdana ini, persentase kepemilikan masyarakat adalah sebanyak-banyaknya 10,21 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan," jelas Alousius.

    Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019, perusahaan memiliki total aset sebesar USD1,08 miliar. Sedangkan untuk 31 Desember 2018 sebesar USD1,14 miliar.

    Total liabilities per 31 Maret 2019 sebesar USD553 juta, sedangkan untuk 31 Desember 2018 sebesar USD616 juta. Posisi total ekuitas per 31 Maret 2019 USD533 juta dan untuk 31 Desember 2018 sebesar USD531 juta.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id