IHSG Sempat Anjlok 3% Imbas Virus Korona

    Husen Miftahudin - 11 Februari 2020 16:23 WIB
    IHSG Sempat Anjlok 3% Imbas Virus Korona
    Ilustrasi. FOTO: dok MI
    Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok sebanyak tiga persen imbas mewabahnya virus korona. Isu ini menjadi salah satu sentimen negatif pasar saham domestik di akhir Januari 2020.

    "Virus korona ini belum sampai ke Indonesia, tapi kita sempat pasar sahamnya turun tiga persen. Kenapa? Ini sentimen, belum kejadian di Indonesia tapi bikin nakutin," ujar Head of Investment Specialist Manulife Aset Manajemen Indonesia Freddy Tedja di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Februari 2020.

    Menurut dia, wabah virus korona membuat permintaaan 'barang dagangan' Indonesia merosot. Sebab, salah satu mitra dagang terbesar Indonesia ialah Tiongkok. "Kita ini banyak jual barang ke Tiongkok, misalnya batu bara," tuturnya.

    Imbas virus korona, sebut Freddy, banyak perusahaan-perusahaan publik di Tiongkok tutup hingga 1 Maret 2020. Artinya, kebutuhan batu bara dari Negeri Tirai Bambu itu bakal melorot drastis.

    "Kalau turun, penjualan kita, dagangan kita, jadi enggak laku. Jelek juga buat emiten-emiten saham batu bara, perusahaan batu bara. Ujung-ujungnya IHSG sudah turun duluan, padahal belum kejadian," ungkap Freddy.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diperkirakan alami perlambatan sekitar 0,23 persen tahun ini. Proyeksi itu menyusul perkiraan penurunan ekonomi Tiongkok sebesar satu persen sebagai dampak wabah virus korona.

    Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan Kasan mengatakan prediksi tersebut lebih rendah dari Bank Dunia yang memperkirakan penurunan ekonomi RI sekitar 0,3 persen.

    "Perhitungan tim saya, bukan 0,3 persen. Setiap satu persen GDP (gross domestic product) Tiongkok, penurunannya di Indonesia 0,23 persen," kata Kasan di Jakarta, Selasa, 11 Februari 2020.

    Bila pertumbuhan ekonomi Tiongkok turun dari enam menjadi lima persen, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dipatok 5,3 persen tahun ini juga akan terkoreksi. Dampak dari virus korona juga akan menyasar pada kinerja ekspor dan impor Indonesia pada Januari 2020.

    Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat angka kematian per hari ini bertambah 103 orang, yang menjadikan totalnya di angka 1.011 orang. Jumlah 103 orang merupakan yang tertinggi dalam hitungan satu hari sejak virus korona nCoV pertama kali muncul akhir tahun lalu.




    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id