Akhir November, Kapitalisasi Pasar Modal Capai Rp6.919 Triliun

    Angga Bratadharma - 30 November 2019 11:01 WIB
    Akhir November, Kapitalisasi Pasar Modal Capai Rp6.919 Triliun
    Ilustrasi. MI/USMAN ISKANDAR
    Jakarta: Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini menunjukkan indikator positif pada rata-rata transaksi. Dimulai dari data rata-rata nilai transaksi yang mencatatkan peningkatan sebanyak 28,44 persen menjadi Rp8,021 triliun dibandingkan dengan Rp6,245 triliun pada penutupan pekan lalu.

    Dilanjutkan dengan peningkatan data rata-rata volume transaksi sebanyak 18,45 persen menjadi 10,632 miliar unit saham dibandingkan dengan 8,976 miliar unit saham selama pekan lalu. Kemudian peningkatan selanjutnya terdapat pada data rata-rata frekuensi transaksi menunjukkan perubahan sebanyak 9,79 persen menjadi 528,357 kali transaksi.

    Sementara itu, untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini mengalami perubahan sebanyak 1,45 persen menjadi 6.011 dari 6.100 pada penutupan pekan lalu. Mengikuti IHSG, nilai kapitalisasi pasar mengalami perubahan sebesar 1,40 persen menjadi sebesar Rp6.919,502 triliun dari Rp7.017,816 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

    "Sepanjang 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp41.209,7 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp219,03 miliar," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu, 30 November 2019.

    Pada pekan ini BEI kedatangan Perusahaan Tercatat ke-46 dan ke-47 di 2019. Pada Senin, 25 November, PT Mulia Boga Raya Tbk tercatat dengan kode saham KEJU dan PT Palma Serasih Tbk dengan kode saham PSGO yang keduanya tercatat di papan pengembangan BEI. KEJU dan PSGO bergerak pada sektor consumer goods industry dengan subsektor food and beverages.

    PT Ciptadana Asset Management (Ciptadana AM) menerbitkan produk Exchange Traded fund (ETF) dengan nama Reksa Dana Indeks CIPTA ETF INDEX LQ45 dengan kode efek XCLQ yang resmi dicatatkan di BEI pada Rabu, 27 November. XCLQ menjadi ETF ke-13 yang tercatat di BEI sejak awal 2019 dan Ciptadana AM menjadi manajer investasi ke-17.

    Total emisi obligasi dan sukuk yang telah tercatat sepanjang 2019 adalah 91 emisi dari 48 perusahaan tercatat senilai Rp109,34 triliun. Dengan pencatatan ini total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 421 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp442,57 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 118 perusahaan tercatat.

    "Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 102 seri dengan nilai nominal Rp2.764,29 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset sebanyak 10 emisi senilai Rp8,67 triliun," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id