Investor Bergairah Peroleh Kepastian

    22 Mei 2019 16:55 WIB
    Investor Bergairah Peroleh Kepastian
    Ilustrasi. (FOTO: dok MI)
    Jakarta: Pelaku pasar merespons positif hasil pengumuman pemenang pemilihan presiden (pilpres) yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Selesainya proses perhitungan suara pilpres menjadikan salah satu faktor ketidakpastian di bursa telah berkurang. Pelaku pasar kini menantikan kepastian tim ekonomi yang akan disusun pasangan presiden dan wakil presiden terpilih yakni Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.

    "Karena yang menang sesuai dengan harapan pelaku pasar, yakni pasangan 01, harusnya dampaknya akan positif terhadap pasar modal," kata pengamat pasar modal Teguh Hidayat kepada Media Indonesia, Selasa, 21 Mei 2019.

    Teguh menyatakan pelaku pasar cenderung berpihak pada pasangan nomor urut 01. Hal itu terlihat pada aktivitas pasar modal selama masa pemerintahan Presiden Jokowi.

    "Memang petahana ini kerjanya kelihatan. Ada dampaknya terhadap pasar modal kita. Emiten-emiten konstruksi punya banyak project, laba mereka naik, dan memberikan keuntungan bagi pemegang saham," tutur Teguh.

    Selain itu, pemerintah dianggapnya memberikan perhatian lebih bagi industri ekonomi digital. Hal tersebut kemudiam dimanfaatkan dengan baik oleh emiten terutama perbankan hingga menghasilkan kinerja yang baik.

    "Ekonomi juga kan kita lihat secara umum oke. Jadi ya bagus. Memang dengan hasil pilpres kemarin, kita melihat pasar optimistis," tandasnya.

    Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyatakan dirinya optimistis dengan kondisi pasar pascapengumuman resmi KPU. Walaupun indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat terperosok, jelang pengumuman KPU, IHSG bergerak di zona hijau.

    Hal tersebut, kata Inarno, menandakan kepercayaan investor terhadap pelaksanaan pemilu di Indonesia. "Kita berharap ke depannya tidak ada apa-apa, dan kita berharap semuanya bisa kembali seperti semula," tukasnya.

    Untuk diketahui, IHSG kemarin bergerak di zona hijau. Indeks dibuka menguat 33,57 poin (0,57 persen) ke 5.940,69. Indeks akhirnya ditutup naik 0,75 persen atau 44,25 poin ke level 5.951,37. Sebanyak 342 saham mengalami penguatan, 221 mengalami pelemahan, dan 165 saham tetap. Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp8,175 triliun dari 457.167 transaksi.

    Yang menarik ialah pascapengumuman KPU, saham milik cawapres Sandiaga Uno yakni Saratoga Investama Sedaya Tbk melorot 3,08 persen dan ditutup pada harga Rp3.780. Hal itu berkebalikan dari saham milik Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, yakni Mahaka Media Tbk yang naik 7,75 persen ke harga Rp153.

    Rupiah Masih Tertekan

    Nilai tukar rupiah pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,17 persen di level Rp14.475 per USD jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

    Kepala Ekonom Bank Permata Joshua Pardede mengatakan rupiah masih cenderung tertekan akibat sentimen perang dagang antara AS dan Tiongkok. Pelaku pasar masih merespons negatif terkait perang dagang dan dampaknya pada perekonomian global termasuk negara berkembang.

    Lebih jauh, Joshua menuturkan, tren penguatan dolar AS di pasar domestik dipengaruhi foreign outflow di pasar saham, khususnya sejak pemberlakukan tarif impor pada produk impor Tiongkok oleh pemerintah AS yang diikuti wacana retaliasi dari pemerintah Tiongkok.

    Meski demikian, Josua menyatakan Bank Indonesia (BI) masih tetap berada di pasar untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi di pasar valas sehingga rupiah cenderung stabil. (Media Indonesia)



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id