Pasar Obligasi Turut Terdampak Virus Korona

    Nia Deviyana - 25 Januari 2020 18:53 WIB
    Pasar Obligasi Turut Terdampak Virus Korona
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Mohammad Rizal
    Washington: Investor membeli obligasi besar-besaran minggu ini di tengah kekhawatiran virus korona dapat berdampak pada ekonomi global. Imbal hasil (yield) bergerak berlawanan harga, sehingga ketika ada lonjakan investor, yield 10 tahun merosot ke 1,68 persen, level terendah sejak awal November 2019.

    Melansir CNBC International, Sabtu, 25 Januari 2020, imbal hasil turun dari 1,83 persen dalam sepekan terakhir karena para investor khawatir virus akan berdampak langsung pada ekonomi di Tiongkok dan Asia secara lebih luas.

    Namun, penyebaran virus yang telah menghentikan transportasi di Wuhan dan kota-kota Tiongkok bukanlah satu-satunya faktor yang membebani pasar obligasi.

    "Pertanyaannya adalah, apa yang akan dilakukan ekonomi tahun ini, dan saya pikir nota 10 tahun bukanlah tolok ukur, meski apa yang kita lihat memberi tahu bahwa kita harus melakukan lindung nilai dengan cara yang lain," ujar Kepala Suku Bunga AS di AmeriVet Securities, Gregory Faranello.

    Dia menambahkan, menurunnya data tenaga kerja AS dan rendahnya inflasi juga menjadi faktor. Belum lagi masalah Boeing yang hendak mengurangi produksi, dapat menghambat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS.

    Beberapa ahli strategi menilai Federal Reserve (The Fed) dan bank sentral lainnya punya andil dalam menetapkan suku bunga, yang membuat investor memilih obligasi dan saham pada saat yang sama. Namun, bursa saham AS tengah anjlok pekan ini akibat kekhawatian virus korona.

    The Fed diperkirakan tidak akan mengambil tindakan pada pertemuan minggu depan, tetapi seperti memberi sinyal untuk menahan suku bunga rendah dan tidak akan melanjutkan kebijakan dalam waktu dekat.

    Jerome Powell diharapkan bisa memimpin The Fed dalam membangun neraca keuangan dengan pembelian US Treasury untuk sementara waktu sehingga aset AS menjadi lebih menarik.

    Sementara The Fed mempertahankan suku bunga rendah, para bankir di Eropa dan Jepang memiliki imbal hasil negatif, dan itu adalah faktor lain yang mendorong investor masuk ke pasar obligasi dan saham AS.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id