comscore

OJK: Jumlah Investor Ritel Capai 8,62 Juta

Husen Miftahudin - 27 Mei 2022 13:35 WIB
OJK: Jumlah Investor Ritel Capai 8,62 Juta
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (kanan). (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Surabaya: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia semakin tinggi dengan solidnya pengaturan dan pengawasan yang telah dilakukan. Pertumbuhan jumlah investor di pasar modal terus meningkat secara signifikan selama masa pandemi.
 
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menyampaikan, hingga akhir April 2022, secara nasional jumlah investor ritel di pasar modal telah mencapai 8,62 juta. Jumlah ini telah meningkat sebesar 15,11 persen (ytd) dibandingkan posisi 30 Desember 2021.
 
"Pertumbuhan jumlah investor ritel ini juga masih didominasi oleh kaum milenial atau usia di bawah 30 tahun sebesar 60,29 persen dari keseluruhan jumlah investor," kata Hoesen dalam Seminar Pasar Modal di Surabaya, seperti dikutip dari keterangan resminya, Jumat, 27 Mei 2022.
 
Hoesen juga berpesan agar setiap masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal perlu mempelajari dan memahami terlebih dulu segala bentuk produk dan legalitas perizinan dari pihak yang menawarkannya.
 
"Masyarakat perlu mewaspadai segala bentuk investasi bodong atau ilegal yang sering merayu atau menjanjikan imbal hasil yang tidak wajar. Selain itu, masyarakat juga diimbau agar dalam berinvestasi haruslah menggunakan sumber dana di luar kebutuhan pokok maupun dana cadangan, dan jangan menggunakan pinjaman, apalagi pinjaman online ilegal," tegasnya.
 
Seminar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2022 di Jawa Timur. Kegiatan ini diselenggarakan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), himpunan dan asosiasi, serta para stakeholders lainnya.
 
Kegiatan SEPMT bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan literasi, baik kepada pemerintah daerah, pelaku industri, asosiasi, dan masyarakat di wilayah Jawa Timur khususnya mengenai perkembangan Pasar Modal Indonesia dan terkait kebijakan yang telah dikeluarkan OJK dalam rangka mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional dan pembangunan di daerah.
 
Di samping itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam memilih produk investasi secara cerdas, aman, dan selektif agar tidak terjebak pada investasi bodong yang kian marak dan sangat meresahkan masyarakat.
 
Adapun Jawa Timur dipilih sebagai provinsi pertama diselenggarakannya program SEPMT di tahun ini karena melihat besarnya potensi Emiten dan investor yang masih dapat terus digali dan dioptimalkan, baik melalui pemanfaatan pasar modal sebagai salah satu alternatif sumber pendanaan usaha, maupun tempat berinvestasi yang aman, nyaman, dan terpercaya.
 
Sampai posisi 28 April 2022, jumlah investor pasar modal di Jawa Timur mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dari semula 996.574 Single Investor Identification (SID) pada akhir 2021, meningkat 14,64 persen menjadi 1.142.505 SID.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id