Kekhawatiran Korona Mereda, Rupiah Tekan Dolar AS

    Angga Bratadharma - 05 Februari 2020 08:54 WIB
    Kekhawatiran Korona Mereda, Rupiah Tekan Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.715 per USD. Perlahan tapi pasti, mata uang Garuda sukses menggilas mata uang Paman Sam di tengah upaya Tiongkok menekan penyebaran virus korona.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 5 Februari 2020, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp13.695 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp13.695 hingga Rp13.696 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.504 per USD.

    Sementara itu, mata uang safe haven, yen Jepang dan franc Swiss, tergelincir untuk sesi kedua berturut-turut terhadap dolar Amerika Serikat pada akhir perdagangan Selasa waktu setepmat (Rabu WIB), menyusul upaya Pemerintah Tiongkok mengendalikan virus korona dan membatasi kejatuhan ekonominya.

    Adapun yen mencatat penurunan harian tertajamnya terhadap dolar dalam hampir enam bulan, sementara franc Swiss mengalami penurunan persentase harian terbesar dalam lebih dari sebulan.

    Mata uang Jepang dan franc Swiss cenderung menguntungkan pada saat terjadi ketegangan global, tetapi mereka biasanya tertekan ketika sentimen risiko membaik. Sebaliknya, mata uang terkait komoditas seperti dolar Australia dan Selandia Baru bersama dengan yuan Tiongkok di pasar luar negeri (offshore) menguat, bahkan ketika virus tetap menjadi ancaman.

    Bank sentral Tiongkok, People’s Bank of Tiongkok (PBOC), telah menyuntikkan ratusan miliar dolar ke dalam sistem keuangan pada pekan ini, untuk meredam dampak ekonomi yang berpotensi merugikan. Dalam dua hari terakhir, PBOC telah menyuntikkan 1,7 triliun yuan (USD242,74 miliar) melalui operasi pasar terbuka.

    "Ada sedikit optimisme tentang injeksi PBOC ke pasar. Ini adalah sinyal kuat bahwa Tiongkok bersedia mendukung pasar keuangan dalam hal untuk membatasi penularan virus. Tapi ini jangka pendek dan tidak melakukan apa-apa terhadap gangguan rantai pasokan," kata Mazen Issa, ahli strategi senior valuta asing di TD Securities di New York.

    Namun, jumlah kematian dari epidemi virus naik menjadi 427, menginfeksi 20.438 di Tiongkok. Ada hampir 200 kasus di tempat lain di 24 negara. Juga, wabah itu diperkirakan akan berdampak buruk pada pertumbuhan kuartal pertama, kata sumber-sumber kebijakan.

    Dalam perdagangan sore, dolar menguat 0,8 persen terhadap yen menjadi 109,51 yen, dan naik 0,4 persen terhadap franc Swiss menjadi 0,9690 franc. Keuntungan terhadap yen dan franc membantu mendorong indeks dolar lebih tinggi ke 97,952, atau naik 0,2 persen pada hari itu.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id