Laba Bersih Hutama Karya Tembus Rp2,2 Triliun

    Annisa ayu artanti - 08 Maret 2019 16:13 WIB
    Laba Bersih Hutama Karya Tembus Rp2,2 Triliun
    Ilustrasi - - Foto: Antara/ Fanny Octavianus.
    Jakarta: PT Hutama Karya (Persero) membukukan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun (unudited) sepanjang 2018.  Jumlah tersebut melesat jauh sejak perseroan mendapatkan penugasan untuk membangun Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). 

    Direktur Keuangan Hutama Karya Anis Anjayani menjelaskan, penugasan dari pemerintah untuk membangun Jalan Tol Trans-Sumatera memberikan efek positif terhadap kinerja keuangan perseroan.

    "Penugasan JTTS berdampak positif pada kinerja HK,” kata Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Maret 2019. 

    Capaian laba bersih ini selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2016 laba bersih Hutama Karya tercatat sebesar Rp300 miliar. Lalu meningkat pada 2017 menjadi Rp1,07 triliun dan tembus hingga Rp2,2 triliun pada 2018.

    Selanjutnya, Hutama Karya mencatatkan pendapatan 2018 sebesar Rp26,54 triliun. Angka ini juga meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yakni, Rp8,82 triliun pada 2016 dan Rp18,08 triliun pada 2017. Sedangkan EBITDA tahun 2018 tercatat meningkat 346,5 persen dari capaian 2016 yaitu Rp3,26 triliun. Adapun total nilai aset Hutama Karya per akhir 2018 mencapai Rp68,95 triliun.

    Hutama Karya pun optimistis dapat mempertahankan kinerja keuangan yang positif di 2019. Tahun ini, perseroan memproyeksikan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan 2018.

    Lalu, pendapatan ditargetkan mencapai Rp34,32 triliun atau naik 29,3 persen dibandingkan 2018. Tahun ini, perusahaan juga memproyeksikan EBITDA mencapai Rp5,27 triliun atau naik 61,6 persen dibandingkan 2018.

    Anis menambahkan saat ini Hutama Karya bersama Kementerian Keuangan dan lembaga keuangan juga tengah mengembangkan berbagai skema pembiayaan yang inovatif untuk menyukseskan pembangunan JTTS.

    Untuk mendukung kesuksesan pembangunan tersebut, pemerintah telah mengalokasikan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang jumlahnya sebesar Rp16,1 triliun pada 2019. Selain itu, pemerintah telah memberikan penjaminan atas pinjaman Hutama Karya senilai Rp54,9 triliun.

    “Dengan demikian, Hutama Karya bisa mendapatkan pembiayaan yang kompetitif dengan tenor yang lebih panjang sesuai nature project,” tukas Anis.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id