IHSG Masih Tergelincir Virus Korona

    Angga Bratadharma - 03 Februari 2020 09:17 WIB
    IHSG Masih Tergelincir Virus Korona
    Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
    Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin pagi terlihat dibuka dengan rapor merah dibandingkan dengan penutupan sore di akhir pekan lalu. IHSG tidak mampu bertahan di zona hijau seiring gempuran katalis negatif yang salah satunya akibat wabah virus korona yang per hari ini sudah menewaskan sebanyak 361 orang.

    IHSG Senin, 3 Februari 2020, perdagangan pagi dibuka tertekan sebanyak 19,08 poin atau setara 0,3 persen ke posisi 5.920 dibandingkan dengan posisi di akhir pekan lalu di 5.940. Sedangkan LQ45 terlihat melemah 5,59 poin atau setara 0,6 persen ke posisi 956 dan JII minus sebanyak 3,26 poin atau setara 0,5 persen ke 639.

    Pagi ini seluruh sektor kompak terjebak di zona merah. Sektor manufaktur turun sebanyak 5,47poin, sektor keuangan melemah sebanyak 5,11 poin, sektor pertambangan turun sebanyak 4,42 poin, sektor properti melemah sebanyak 1,50 poin, dan sektor perdagangan tertekan sebanyak 0,96 poin.

    Volume perdagangan pagi tercatat sebanyak 226 juta lembar saham senilai 287 miliar. Sebanyak 55 saham terpantau menguat, sebanyak 204 saham terlihat tertekan, sebanyak 92 saham tidak berubah, dan sebanyak 434 saham tidak mengalami perdagangan.

    Sementara itu, korban tewas wabah virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) melonjak menjadi 360 orang per hari ini, Senin 3 Februari 2020. Angka ini melampaui kematian akibat penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS) di pulau utama Tiongkok pada periode 2002-2003.
     
    Data terbaru disampaikan usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan kematian perdana virus korona di luar Tiongkok, yakni di Filipina. Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat ada 56 kematian baru di provinsi Hubei pada hari ini. Hubei merupakan provinsi tempat berdirinya Wuhan, kota pusat penyebaran virus korona nCoV.

    Tiongkok telah menutup rapat Wuhan dan beberapa kota lainnya, termasuk yang terbaru Wenzhou pada Minggu kemarin. Seluruh akses jalan menuju Wenzhou ditutup rapat, dan warga setempat diminta tetap berada di rumah. Sejak muncul akhir tahun lalu, virus korona menginfeksi lebih dari 16.400 orang di seantero Tiongkok. Virus ini telah mencapai 24 negara.
     
    Negara anggota G7 -Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris dan Amerika Serikat- telah melaporkan kemunculan virus korona nCoV. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, G7 akan mendiskusikan respons gabungan mengenai wabah ini.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id