Rupiah Pagi Pamer Kekuatan di Rp14.110/USD

    Angga Bratadharma - 04 Desember 2019 09:00 WIB
    Rupiah Pagi Pamer Kekuatan di Rp14.110/USD
    Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terlihat menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.115 per USD. Mata uang Garuda sukses meredam keperkasaan mata uang Paman Sam di tengah memanasnya ketidakpastian perdagangan.

    Mengutip Bloomberg, Rabu, 4 Desember 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.110 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.110 hingga Rp14.120 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.918 per USD.

    Sementara itu, kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena selera investor terhadap aset-aset berisiko berkurang. Di sisi lain, perang dagang yang sedang terjadi antara Amerika Serikat dengan Tiongkok juga memberikan beban tersendiri.

    Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,12 persen menjadi 97,7379 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1081 dari USD1,1076 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2992 dari USD1,2942 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia naik menjadi USD0,6841 dibandingkan dengan USD0,6820. Dolar AS dibeli 108,57 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,96 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9867 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9914 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3300 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3297 dolar Kanada.

    Dolar AS kehilangan kekuatan terutama terhadap mata uang safe haven tradisional seperti yen Jepang dan franc Swiss di tengah ketidakpastian perdagangan global dan data ekonomi AS yang suram. Sedangkan Presiden AS Donald Trump kembali melepaskan tembakan untuk menggelorakan perang dagang.

    Namun kali ini bukan dengan Tiongkok, negara yang juga masih terlibat perang dagang dengan AS dalam dua tahun terakhir. Pada Senin, 2 Desember Trump memulai perang dagang dengan dua kawasan sekaligus, yakni Amerika Latin dan Eropa. Trump mengumumkan pemberlakuan kembali tarif pada baja dan aluminium Brasil serta Argentina.

    Dalam hal ini, Trump menuduh kedua negara tersebut telah mendevaluasi mata uangnya secara besar-besaran sehingga merugikan daya saing petani Amerika Serikat. Trump juga mengancam segera mengenakan tarif hingga 100 persen atas barang-barang Prancis senilai USD2,4 miliar.

    Alasannya karena negara itu telah memberlakukan tarif yang tinggi pada perusahaan teknologi AS, seperti Google, Apple, Facebook, dan Amazon. Dolar juga tertekan setelah sektor manufaktur AS terus menurun pada bulan lalu di tengah data persediaan dan pesanan baru yang lemah, sebut laporan yang dirilis oleh lembaga riset Institute for Supply Management.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id