Bareksa Luncurkan Platform Tabungan Reksa Dana Umrah

    Husen Miftahudin - 10 Juli 2019 12:48 WIB
    Bareksa Luncurkan Platform Tabungan Reksa Dana Umrah
    ?Bareksa Luncurkan Platform Tabungan Reksa Dana Umrah. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)
    Jakarta: PT Bareksa Portal Investasi meluncurkan Bareksa Umroh sebagai platform layanan rencana simpanan di reksa dana syariah untuk membiayai perjalanan ibadah umrah.

    Chief Sales & Marketing Bareksa Rani Sumarni mengatakan Bareksa Umroh merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk menabung reksa dana yang terintegrasi dengan tujuan ibadah umrah secara online. Layanan Bareksa Umroh ini diklaim memberikan lima kelebihan dan jaminan, yakni aman, halal, online, terpercaya, dan terpadu.

    "Kami ingin mengedukasi bahwa reksa dana itu dapat digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek hingga jangka panjang, termasuk tujuan spesifik seperti pergi umrah. Reksa dana syariah menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dari deposito dan berdasarkan prinsip syariah yang tanpa riba," ujar Rani dalam peluncuran Bareksa Umroh di Eastern Opulence Restaurant, Jalan Cipaku, Jakarta Selatan, Rabu, 10 Juli 2019.

    Dalam layanan ini, Bareksa bekerja sama dengan mitra perjalanan umrah dan haji, Al-Qadri Umrah dan Haji. Al-Qadri Umrah dan Haji telah berpengalaman mengelola perjalanan ibadah haji khusus dan umrah sejak 1976.

    "Kami menyajikan paket haji khusus, umrah, dan wisata muslim dengan kualitas pelayanan terbaik, profesional, dan amanah," aku Direktur Pengembangan Bisnis Al-Qadri Umrah dan Haji, Ahmad Fadjrie.

    Deputi Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Halim Haryono mengapresiasi peluncuran platform dan layanan Bareksa Umroh. OJK, sebutnya, mendukung pemasaran reksa dana secara digital.

    "OJK akan berkomunikasi dengan para stakeholder, untuk memajukan pengelolaan investasi reksa dana," tutur Halim.

    Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan potensi umrah di Indonesia terus meningkat tiap tahunnya. Ini lantaran terbatasnya jumlah kuota haji Indonesia. Di 2018, kuota haji Indonesia sebanyak 221 ribu jemaah atau hanya 0,1 persen dari jumlah penduduk muslim Indonesia sebesar 226,2 juta jiwa.

    Sementara berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, jumlah jemaah umrah Indonesia mencapai 1,1 juta orang pada 2018, atau naik 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 875.958 jemaah.

    Namun, jumlah jemaah umrah yang besar ini tidak seiring dengan jumlah penyedia jasa perjalanan umrah yang profesional dan berizin resmi. Kemenag mencatat, jumlah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) terdaftar dan berizin hanya sebanyak 1.015 per Maret 2019. Sehingga, rasionya satu penyelenggara berbanding 1.000 lebih jemaah.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id