IHSG Diperkirakan Bergerak Bervariasi

    Antara - 04 Februari 2020 08:47 WIB
    IHSG Diperkirakan Bergerak Bervariasi
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
    Jakarta: Pada perdagangan Senin, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat dengan Dow Jones naik 0,51 persen, S&P menguat 0,73 persen, dan Nasdaq menanjak 1,34 persen. Rilis data AS terkait manufaktur Januari 2020 yang positif menjadi katalis penguatan pasar.

    Sementara dari Asia, Nikkei ditutup minus satu persen, Kospi datar nol persen, Shanghai ditutup turun dalam hingga minus 7,7 persen, dan STI berkurang 1,18 persen. Namun Hang Seng berhasil tutup naik 0,17 persen. Kemarin IHSG juga ditutup melemah sebanyak 0,94 persen ke level 5.884,1 dengan mencatatkan net sell asing total Rp812 miliar.

    "Pada perdagangan hari ini, kami perkirakan IHSG akan bergerak bervariasi mengikuti pasar AS yang rebound namun masih dibayangi peluasan infeksi virus korona serta penantian rilis data PDB," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat, kembali menguat dari aksi jual tajam di sesi sebelumnya. Kondisi itu terjadi karena investor mencerna data ekonomi utama terbaru. Meski demikian, wabah virus korona tetap harus menjadi perhatian karena bisa menjadi katalis negatif.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 143,78 poin atau 0,51 persen menjadi 28.399,81. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 23,40 poin atau 0,73 persen menjadi 3.248,92. Indeks Nasdaq Composite naik 122,47 poin atau 1,34 persen menjadi 9.273,40.

    Mayoritas dari 30 perusahaan komponen Dow diperdagangkan lebih tinggi, dengan Nike dan Microsoft masing-masing naik 3,08 persen dan 2,44 persen, memimpin kenaikan. Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan di wilayah hijau, dengan bertambah 2,13 persen, memimpin kenaikan.

    Aktivitas ekonomi di sektor manufaktur AS rebound atau berbalik naik pada Januari setelah mengalami kontraksi selama lima bulan, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) melaporkan. Indeks Pembelian Manajer (PMI) berdiri di 50,9 persen, meningkat 3,1 poin persentase dari tingkat bulan sebelumnya, laporan tersebut menunjukkan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id